Batik Tulis Desa Girilayu, Filosofi dari Segala Kebaikan Hidup di Dalam Motif Batik Wirasat

0 15

Batik Tulis Desa Girilayu, Filosofi dari Segala Kebaikan Hidup di Dalam Motif Batik Wirasat

Perlu diketahui batik ini muncul setelah pecahnya Kerajaan Mataram yang menjadi dua wilayah yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Batik tulis ini mungkin adalah perkembangan batik di Surakarta yang membutuhkan motif baru karena persaingan dengan Yogyakarta, padahal dahulu kedua wilayah ini menjadi satu dalam megahnya Kerajaan Mataram.

Batik yang memiliki motif yang hampir mirip dengan motif Sekar Jagad ini memiliki berbagai unsur motif di dalamnya. Bedanya motif ini lebih memiliki pola geometris daripada motif Sekar Jagad yang cenderung tidak beraturan.

Kita langsung menuju motifnya, ada 4 unsur motif yang berbeda yang terdapat di dalam bingkai geometrisnya yang berbentuk semi belah ketupat dengan hiasan ukel di setiap empat sudutnya.

Di dalam belah ketupat tersebut ada motif truntum, unsur motif sidomukti, unsur motif kawung, dan unsur cecekan. Jadi di dalam satu motif batik Wirasat terdapat 4 motif yang tergabung menjadi satu. Sehingga selain memiliki motif yang geometris, di dalam motifnya masih terdapat motif, istimewa.

Beralih ke warnanya, pengaruh sogan solo begitu kental di dalam motif batik ini, meskipun begitu, ada warna bledak di salah satu unsurnya. Warna sogan yang cerah namun tetap sejuk untuk dilihat menjadikan batik ini seperti sebuah batik klasik yang lengkap.

Kita sekarang menuju ke filosofi yang ada di dalam batik motif Wirasat ini. Sesuai namanya, wirasat berarti lambang atau simbol. Dan juga sebuah pengharapan sesuai motif di dalamnya, gabungan dari motif itu mengharapkan agar keluargaa dapat hidup dengan rukun dan adil.

Di samping itu, batik ini juga biasanya dipakai oleh orang tua kedua mempelai dalam pernikahan adat Jawa. Karena berisi pengharapan bahwa sebagai orang tua mereka akan selalu menuntun dan mendopakan agar kehidupan rumah tangga kedua mempelai akan selalu diliputi kebahagiaan dan keberkahan hidup.

Dan yang paling utama adalah pengharapan kepada Tuhan Yang maha Esa agar saat mendapat ujian selalu mampu dan bisa melewati dengan sabar dan tabah. Dengan pengharapan kepada Tuhan, maka hidup yang sulit pun akan menjadi mudah ketika kita terus menerus menjaga hati kita untuk bahagia dalam setiap keadaan yang susah maupun senang.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2018/09/03/batik-tulis-desa-girilayu-filosofi-dari-segala-kebaikan-hidup-di-dalam-motif-batik-wirasat/
Comments
Loading...