Batik Tulis Ceplok Kembang Kates, Oleh-oleh Bantul untuk Mufidah Jusuf Kalla

0 20

Batik Tulis Ceplok Kembang Kates, Oleh-oleh Bantul untuk Mufidah Jusuf Kalla

Batik tulis motif ceplok kembang kates diserahkan Bupati Bantul Sri Suryawidati kepada istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla, sebagai suvenir. Batik khas Bantul tersebut diluncurkan secara resmi oleh Bupati saat HUT Bantul.

Batik ceplok kembang kates dibuat dengan berbagai warna dan menjadi batik resmi kegiatan pemerintahan, mulai tataran kabupaten hingga pemerintah desa.

“Batik khas kita yang diserahkan kepada Bu Wapres dan rombongan diharapkan bisa memberikan dampak signifikan, yakni keberadaan Bantul beserta potensinya bisa lebih dikenal hingga kancah nasional bahkan internasional,” ujar Bupati, dirilis Pemkab Bantul.

Kekayaan potensi di Kabupaten Bantul mendapat perhatian Mufidah Jusuf Kalla, bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. Istri Wapres mengunjungi produksi gerabah Kasongan dan berbagai kerajinan yang ada.

Dari tempat tersebut berlanjut ke showroom kerajinan batik di Wijirejo Pandak. Tak lupa mampir menikmati kuliner ingkung ayam di Desa Wisata Santan Guwosari Pajangan.

“Memang kesempatan ini kita manfaatkan untuk mengenalkan potensi yang dimiliki Bantul. Mumpung pejabat dari pusat datang, baik industri kreatif berupa kerajinan maupun kulinernya,” terang Bupati.

Cindera Mata Bagi Buruh Gendong

Sebelumnya, Mufidah mengundang silaturahmi dan memberikan cindera mata kain gendongan kepada 227 orang buruh gendong dari Pasar Beringharjo Kranggan dan Giwangan Yogyakarta, di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.

Mufidah menyampaikan salam Ibu Negara yang tidak sempat hadir. Ia sangat bangga pada semangat para buruh gendong serta berdoa untuk kesehatan dan rezeki.

Sementara itu, Siti Farida Pratikno mengatakan, acara ini merupakan rangkaian kegiatan dua hari di Yogyakarta, antara lain bakti sosial, kunjungan ke sentra kerajinan Kasongan, batik Bantul, dan lain-lain.

“Ya sembari Ibu- Ibu belanja, lah,” ucap Siti Farida Pratikno seperti dirilis Humas DIY.

Mewakili para buruh gendong, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta, Makyustion Tonang, menuturkan, ada 31 pasar tradisional di Kota Yogyakarta dengan jumlah pedagang mencapai 16 orang Orang. Keberadaan buruh gendong merupakan realitas mata rantai pasar tradisional.

Terdengar yel-yel buruh gendong yang familier di Jogja, “Resik pasare, becik atine, apik dagangane, sing tuku ora kecelek (Bersih pasarnya, baik hatinya, bagus dagangannya, pembeli tidak kecewa).”

Source https://jogjadaily.com https://jogjadaily.com/2015/03/batik-tulis-ceplok-kembang-kates-oleh-oleh-bantul-untuk-mufidah-jusuf-kalla/
Comments
Loading...