Batik Trenggalek Motif Truntum Cengkeh

0 787

Motif Batik Truntum Cengkeh

Trenggalek mempunyai sentra Batik di wilayah Kelurahan Sumbergedong dan Kelurahan Surondakan. Proses pengerjaan batik dibuat berkelompok, seperti kelompok perajin batik sidomukti, dan kelompok perajin batik gringsing. Jika ditinjau dari masing-masing kelompok tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada masa 1970an sudah ada paguyuban perajin batik Trenggalek. Tahun 1980an, banyak perajin batik Trenggalek yang gulung tikar karena selera fashion masyarakat pada waktu itu mulai beralih ke jenis kain polos dan modern karena pengaruh trend fesyen dunia barat.

Tahun 2010 akhir industri batik Trenggalek mulai menggeliat, dan sentra batik berpindah ke Dukuh Jampi, Desa Ngentrong, Kec. Karangan, Kabupaten Trenggalek dengan sekitar 35 perajin batik Trenggalek dan dua rumah produksi batik Trenggalek. Motif batik bunga cengkeh tetap dipertahankan karena memang telah menjadi identitas batik Trenggalek selain motif batik Turonggo Yekso. Selain itu ada Motif Truntum Cengkeh. Motif truntum melambangkan keranuman, sehingga mendatangkan efek damai dan segar bagi mata yang memandang, sedangkan motif cengkeh melambangkan hasil bumi utama di Kabupaten Trenggalek.

Batik Trenggalek memiliki beberapa motif batik yang khas dengan penambahan tumbuhan cengkeh pada beberapa motif klasik batik jawa pada umumnya seperti pada motif batik parang cengkeh. Tumbuhan cengkeh menjadi ornamen utama dalam motif batik trenggalek karena memang merupakan salah satu komoditi utama hasil pertanian dari wilayah trenggalek ini.

Source Batik Trenggalek Motif Batik Truntum Cengkeh Batik Trenggalek
Comments
Loading...