Batik Trenggalek Bertahan dari Pewarna Alam Serpihan Kayu

0 243

Batik Trenggalek Bertahan dari Pewarna Alam Serpihan Kayu

Para perajin batik yang ada di wilayah Kabupaten Trenggalek terus mendorong kreatifitas untuk menarik para konsumen, salah satunya dengan memanfaatkan pewarna alam. Agar batik terlihat dan terkesan estetis, para pengrajin lebih memilih menggunakan pewarna alami. Hal ini yang telah dilakukan salah satu perajin batik Bapak Abdul Muid asal Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, menggunakan pewarna batik dari serpihan kayu.

Pewarna dari serpihan kayu selain mudah untuk didapatkan di lingkungan sekitar, juga hasilnya cukup memuaskan serta banyak diminati konsumen. Warna batik akan terlihat khas alam dan pewarnanya diambil dari pohon yang telah dikeringkan. Seperti serpihan dari kulit kayu secang yang digunakan untuk warna merah dan kayu mangga muda untuk warna hijau. Sedangkan untuk warna biru setelah di ekstrak, menggunakan kayu tarum yang biasa tumbuh diperbukitan. “Dalam pembuatan batik yang memiliki harga jual tinggi tentunya tidak hanya asal warna saja. Kita harus perhitungkan, selain motif juga ornamennya pun tidak kalah penting. Jadi konsumen benar-benar tertarik corak dan kualitas batiknya,” kata Muid. Usaha ini sempat mengalami kesulitan pada saat awal merintis batik dengan warna alami.

Proses pembuatan serta bahan pencapurannya harus dilakukan secara bertahap agar menghasilkan warna yang diinginkan, namun menyakini bahwa bahan pewarna alam ramah lingkungan. Batik Trenggalek yang menggunakan pewarna alam dari sepirhan kayu dijual dengan harga mulai dari Rp. 500 ribu sampai Rp. 4 juta per potong. Harga yang ditawarkan tergantung dengan tingkat kesulitan saat memproduksinya.

Source Batik Trenggalek Bertahan dari Pewarna Alam Serpihan Kayu Batik
Comments
Loading...