Batik Tradisional Terancam Punah Akibat Kurang Regenerasi

0 148

Batik Tradisional Terancam Punah Akibat Kurang Regenerasi

Sejumlah perajin batik yang ada di Kabupaten Sidoarjo mengaku kesulitan untuk melakukan regenerasi pembatik karena banyak perempuan muda lebih memilih untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kota Delta, Sidoarjo terkenal dengan kerajinan kain batiknya. Di kota ini terdapat tiga desa utama pengrajin batik yakni Desa Jetis, Desa Sekardangan dan Desa Kenongo. Di Desa Kenongo, terdapat beberapa pengrajin batik yang sudah memulai usahanya sejak nenek moyang. Beberapa batik yang terkenal di daerah ini adalah Batik Kunto, Batik Sari dan Batik Patrang.

Terdapat lebih dari 300 pengrajin di daerah ini. Selain dapat membeli batik, di daerah ini wisatawan juga dapat menyaksikan proses pembuatan batik tulis secara lengkap. Tidak heran jika banyak wisatawan daerah dan mancanegara yang datang ke Kenongo untuk berwisata. Kesulitan melakukan regenerasi pembatik tidak hanya terjadi di Sidoarjo, beberapa sentra batik juga merasakan hal sama seperti sentra batik di Laweyan, Solo. “Kami mengalami kesulitan dana, tak ada regenerasi, karena hampir tidak ada anak-anak yang melanjutkan usaha batik milik orang tuanya. Jika pun ada yang melanjutkan usaha, hasilnya hanya cukup untuk makan.

Banyak warga Laweyan yang kemudian merantau, bekerja di perusahaan swasta atau instansi pemerintah,” ujar Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL), Alpha Fabela Priyatmono di Solo. Alpha berharap agar pemerintah memberi perhatian lebih pada pengembangan ekonomi kreatif, khususnya yang berhubungan dalam memajukan ekonomi kerakyatan yang berhubungan dengan pelestarian budaya.

Source Batik Tradisional Terancam Punah Akibat Kurang Regenerasi Batik
Comments
Loading...