Batik Tradisional Madura Bisa Punah

0 305

Batik Tradisional Madura Bisa Punah

Motif Batik Tradisional Madura bisa punah, jika para perajin dan pengusaha batik tergiur mengikuti tren motif batik soft, yakni motif batik yang cenderung diminati pasar akhir-akhir ini. “Motif batik dengan warna dan tulisan yang soft akhir-akhir ini memang yang paling banyak diminati oleh konsumen batik tulis,” kata pengusaha batik asal Pamekasan, Madura, Surayya Salla.

Motif batik ini merupakan jenis motif batik yang sudah tidak membedakan etnik antara satu daerah dengan daerah lain. Seperti motif batik tulis Madura, Solo dan Yogyakarta. Artinya motif batik tulis soft ini sudah lintas daerah dan lintas etnik. Di satu sisi, keinginan pasar yang seperti itu memang cenderung menguntungkan, karena para pedagang dan perajin batik memiliki kesempatan yang sama untuk memasarkan hasil kerajinannya. Namun disisi lain, identitas daerah cenderung punah.

Padahal batik, khususnya batik tulis bukan hanya hanya kerajinan semata, namun juga merupakan karya seni dan hasil kreasi budaya anak bangsa. Jika identitas daerah hilang, seiring dengan kecenderungan pasar global yang diinginkan para konsumen batik, maka nilai budaya juga akan luntur. Sebagian perajin yang masih memiliki kepedulian mempertahankan identitas etnik daerah, kini tetap berupaya memasukkan identitas daerah terhadap motif batik yang menjadi keinginan pasar akhir-akhir ini.

Batik bermotif soft, yang kini menjadi kecenderungan permintaan pasar, sebenarnya merupakan fase ketiga dalam pasaran dunia batik di Indonesia dan dalam skala internasional. Tren awal itu batik tulis itu semi kontemporer, lalu motif batik kontemporer dan kini ke motif batik soft. Batik Tulis Madura, sebenarnya memiliki beragam motif, bahkan mencapai seratus motif batik lebih. Antara lain Motif Sekar Pote, Sekar Mangkok, Bing-Tabing, dan Sekar Jagat. Namun dari ratusan motif batik itu, yang paling banyak diminati oleh konsumen ialah Motif Batik Sekar Jagat.

Source https://ebatik.wordpress.com/ https://ebatik.wordpress.com/2011/03/31/batik-tradisional-madura-bisa-punah/
Comments
Loading...