Batik Tiga Negeri Khas Batang

0 282

Batik Tiga Negeri Batang

Seorang peneliti budaya batik William Kwan di kalangan kolektor Batik Tiga Negeri yang populer adalah yang dihasilkan pengusaha batik keluarga Tjoa di Solo. Sedangkan Batik Tiga Negeri dari Lasem, terutama sekitar tahun 50-an, mempunyai gaya tersendiri dengan motif utama yang lebih sederhana, diperkaya motif ‘isen-isen’ dan warna yang relatif didominasi hijau. Sejalan dengan perkembangan Batik Tiga Negeri Lasem, di Pekalonganpun Batik Tiga Negeri diproduksi dengan pakem motif sendiri, yaitu gaya batik Belanda dan Tionghoa Pekalongan (sering disebut Batik Encim). Gaya Batik Tiga Negeri Pekalongan ini terkesan lebih modern dari apa yang kita kenal sebagai batik Tiga Negeri Solo. Sebutan Batik ‘Tiga Negeri’ kemudian diberikan jika warna merah, biru dan cokelat dibubuhkan bersamaan pada sehelai kain batik.

Sekitar tahun 2008 William menemukan juga Batik Tiga Negeri di daerah Kalipucang Wetan, Batang dengan gaya batiknya yang serupa tapi tidak sama dengan Pekalongan. Batik Tiga Negeri buatan pembatik Islam Rifa’iyah ini gayanya masih klasik mirip batik Lasem lawasan akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20, dan keberadaannya memang hampir tidak dikenal masyarakat karena pemakaiannya terbatas di kalangan keluarga pembatik sendiri. Pada tahun 2013 lalu, William menemukan lagi Batik Tiga Negeri di daerah Kramalan Wetan dekat pantai Batang yang berbeda dengan yang di Kalipucang Wetan. Kalau yang di Kalipucang Wetan bernafaskan Islam, Batik Tiga Negeri Kramalan Wetan lebih bergaya Cina. Cuma sangat disayangkan pembatiknya hanya tinggal satu orang saja.

Upaya untuk dapat merevitalisasi  dan regenerasi batik klasik pesisir Batang, baru-baru ini William menghimpun Kelompok Usaha Bersama (KUB) ‘Tunas Cahaya’ beranggotakan 20 pembatik muda di desa Kalipucang Wetan. Untunglah mereka memiliki semangat dan ketekunan tinggi dalam pembuatan Batik Tiga Negeri Batang ini, bahkan bersedia meneruskan tradisi lama pengerjaan pembatikan bolak-balik (membatik di sisi belakang kain) yang sudah banyak ditinggalkan pembatik zaman sekarang. Dengan sepenuh hati mereka menekuni pengerjaan detil rumit seperti  isen-isen batik halus yang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang luar biasa. Tak heran bila untuk sehelai pembuatan Batik Tiga Negeri membutuhkan waktu minimal 3-4 bulan. Semoga semangat generasi muda ini mampu menjaga kelestarian dan kelanggengan pembuatan batik-batik halus warisan budaya kita yang semakin langka.

Source Batik Tiga Negeri Khas Batang Batik
Comments
Loading...