Batik Temanggung Motif Sekar Jagad Mbako

0 336

Batik Temanggung Motif Sekar Jagad Mbako

Motif Sekar Jagad sebenarnya sudah ada di daerah perbatikan lainya seperti Yogya dan Solo, motif ini mengandung makna kecantikan dan keindahan. Dalam bahasa Jawa Sekar berarti bunga, Jagad berarti dunia, bentuk dasar motif ini berupa aneka bunga dan tanaman yang tumbuh di seluruh dunia, tersusun di dalam bentuk-bentuk elips. Ada pula yang beranggapan bahwa Motif Sekar Jagad sebenarnya berasal dari kata kar jagad yang diambil dari bahasa Jawa Kar berarti peta dan Jagad berarti dunia, sehingga motif ini juga melambangkan keragaman di seluruh dunia. Pesona Tembakau ini berbeda dengan motif sekar jagad pada umumnya karna bentuk dasar motif ini terdiri dari daun tembakau, bunga tembakau, Rigen, dan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan pertanian tembakau. Pada pembuatan batik ini dibuat menjadi 2 desain pola Motif Sekar Jagad Mbako.

  • Desain 1 Pola Motif Batik

Batik tulis ini pada umumnya mempunyai tiga bagian pada motifnya, yaitu motif utama, isen-isen dan motif tambahan, sedangkan pada karya batik tulis ini mempunyai beberapa motif utama. Motif utama berupa aneka bunga, tanaman, dan ayaman bambu (rigen) dimana motif-motif tersusun di dalam bidang-bidang yang bentuknya tidak simetris (alamiah) hampir menyerupai bidang sawah, bidang tersebut sebagai pembatas antara pola motif satu dengan pola motif lainya.

  • Desain 2 Pola Motif Batik

Pada batik tulis dalam pembentukan motifnya, berbeda dengan desain sebelumnya. Motif ini tersusun atas beberapa bidang tidak simetris dimana dalam pengisian bidang tersebut cenderung lebih banyak menggunakan isen-isen bebas dalam pengisiannya. Pada setiap bidang terdapat motif tambahan berupa bunga, motif tersebut digambarkan pada setiap bagian pinggir bidang-bidang tersebut sekaligus sebagai pengisi ruang-ruang kosong antara bidang.

Dari penjelasan di atas baik desain 1 maupun desain 2 batik ini terlihat jelas dalam pengembangan penciptaan motifnya, ditinjau dari ide penciptaan motif-motif utamanya yang belum ada dalam Motif Sekar Jagad sebelumnya, terdapat pula dalam penciptaanya bentuk-bentuk dasar motif mengambil unsurunsur tertentu pada batik tradisi dan pada isen-isen juga mengalami pengembangan diantaranya mengombinasikan bentuk-bentuk tertentu dengan beberapa isen-isen batik tradisi sehingga memunculkan inovasi baru. Pada desain 1, pola penempatan motif-motif untuk mengisi latar kain digambarkan seperti Motif Sekar Jagad pada umumya dari beberapa motif disusun didalam bidang-bidang yang tidak simetris mengisi latar kain batik, bidang-bidang tersebut dibatasi oleh dua buah garis lengkung dengan dikombinasikan titik-titik yang terdapat pada bagian tengah antara kedua garis tersebut. Sedangkan pada desain 2 pola penempatan motif-motif untuk mengisi latar kain digambarkan seperti Motif Sekar Jagad pada umumya, namun bidang-bidang tersebut lebih cenderung dalam pengisianya menggunakan isen-isen batik tradisi yang kemudian dikembangkan dalam bentuk-bentuk yang lebih bervariasi.

Yang menjadi cirikhas motif ini terdapat motif tambahan berupa daun dan bunga tembakau yang menghiasi bagian pinggir bidang dan mengisi ruangan kosong atara bidang-bidang tersebut pada latar kain agar tidak terkesan kosong. Banyaknya terjadi repetisi pada bentuk motif, isen-isen dan pola penyusunan pada motif ini menbuat batik ini terkesan menarik, ini juga didukung dengan pengisian bidang-bidang non geometris pembentuk motif-motifnya dengan motif utama, isen-isen dan motif tambahan serta pola penyusunan yang bervariasi motif ini dapat dikatakan motif kombinasi atau kreasi baru. Pada struktur pola penempatan motif dapat disebut sebagai komposisi yang dinamis karena bidang-bidang yang terisi motif merupakan bagian yang memberi kesan terus menerus, tersebar secara teratur dari ruang komposisi dan tidak dimungkinkan terjadi kesamaan bentuk dan ukuran pada bidang-bidang asimetris tersebut.

Source http://eprints.uny.ac.id/17392/1/Berryl%20Raushan%20Fikri.pdf
Comments
Loading...