Batik Temanggung Motif Ron Mbako Selanjar

0 172

Batik Temanggung Motif Ron Mbako Selanjar

Motif Ron Mbako Selanjar merupakan motif pengembangan dari bentuk motif ron mbako yang di padukan dengan mengambil bentuk dasar yang terdapat pada bagian dari tanaman tembakau itu sendiri yaitu bunga tembakau. Bentuk bunga tembakau di terapkan sebagai isen-isen motif. Pada pola ini juga terlihat alur jalan yang kemudian membelit daun tembakau, hal ini menceritakan aktivitas warga yang sering menjemur tembakau di tepi jalan. Motif batik tradisi yang terdiri tiga bagian pada motifnya, yaitu motif utama, isen-isen dan motif tambahan. Pada karya batik ini mempunyai motif utama, motif tambahan, dan isen-isen. Batik ini banyak menggunakan isen-isen bebas dalam pengisisan motif. Isen-isen yang digunakan antara lain: ukel, tiris, cecek dan kembang tembakau.

Jika ditinjau dari segi pembuatan motif pada batik ini digolongkan dalam motif kombinasi atau pengembangan karena susunan motifnya terdiri dari motif tradisi dan motif-motif modern. Hal ini juga didukung dengan penciptaan motifmotif kreasi baru seperti pada stilisasi bentuk dari daun dan kuncup bunga tembakau yang dibuat lebih sederhana, bentuk dasar motif tambahan dan isen-isen yang dikombinasikan dengan motif-motif tradisi, sehingga menghasilkan bentuk motif yang menjadi kekhasan pada batik tulis karya Pesona Tembakau. Pada struktur penempatan motif utama dan motif tambahan ditempatkan secara bebas menyebar keseluruh permukaan kain, sedangkan, pada pengisian latar kain yang kosong batik ini menggunakan isen-isen ukel dan kembang mbako yang ditempatkan secara bebas mengelilingi motif-motif utama dan tambahan. Dalam pengisian motif tambahan batik ini banyak menggunakan isen yang bervariasi.

Pada pola batik ini terdapat irama transisi karena terdapat pengulangan berdasarkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur yang disusun. Karya ini tergolong keseimbangan asimetris karena terdiri dari motif-motif yang sama namun berbeda pada setiap penempatannya dan tidak dimungkinkan terjadinya pengulangan arah dan ukuran pada setiap sisinya, sehingga terdapat banyak variasi yang membuat pola motif ini terlihat lebih rumit, dinamis dan menarik perhatian.

Source http://eprints.uny.ac.id/17392/1/Berryl%20Raushan%20Fikri.pdf
Comments
Loading...