Batik Temanggung Motif Ron Abstrak

0 316

Batik Temanggung Motif Ron Abstrak

Motif Ron Abstrak merupakan motif pengembangan dari bentuk dasar motif ron mbako sebelumnya, dimana motif utamanya berupa daun tembakau yang pola penyusunan motif-motifnya digambarkan secara abstrak. Motif ini menggambarkan tumpukan daun tembakau yang berserakan dimana-mana disaat musim panen tembakau tiba. Batik ini digolongkan dalam motif modern karena susunan motifnya tidak sama dengan motif batik tradisi yang terdiri tiga bagian pada motifnya, yaitu motif utama, motif tambahan dan isen-isen. Pada batik ini mempunyai motif utama yaitu stilisasi bentuk daun tembakau, sedangkan pada motif ini tidak terdapat motif tambahan, namun banyak menggunakan isen-isen bebas dalam penyusunan polanya. Pada karya batik tulis ini mempunyai motif utama yaitu, stilisasi bentuk daun tembakau.

Dari bentuk dasar daun tembakau ini, kemudian dipadukan dengan garis-garis geometris seperti, garis-garis lurus, garis lengkung dan garis bergelombang sebagai pengisi bidang daun. Pada pengisian latar kain batik ini banyak menggunakan garis-garis geometris seperti garis-garis lurus, garis lengkung, garis bergelombang, garis putus-putus, dan garis zigzag yang disusun membentuk berbagai macam bidang bervariasi. Pada bidang tersebut terdapat beberapa isen-isen antara lain: isen rambutan, sawut, galaran, cecek, kembang dan ukel, dengan penuh variasi dalam penciptaanya. Ditinjau dari segi motif batik ini digolongkan dalam motif modern atau pengembangan karena susunan motifnya tidak terikat pada motif tradisi.

Hal ini didukung dengan adanya garis-garis geometris seperti garis-garis lurus, garis lengkung, garis bergelombang, garis putus-putus, dan garis zigzag yang disusun membentuk berbagai macam bidang bervariasi, serta pola penyusunan motifmotifnya secara abstrak atau bebas menyebar pada permukaan kain. Dengan banyaknya keanekaragaman motif-motif membuat batik ini, berkesan bebas dan penuh. Pada pola karya ini memiliki irama transisi yaitu gerak berdasarkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur yang disusun, sehingga tergolong keseimbangan asimetris karena terdiri dari unit-unit berbeda pada setiap sisinya dan tidak dimungkinkan terjadinya pengulangan motif sehingga terdapat banyak variasi yang membuat pola motif ini terlihat lebih rumit, dinamis dan menarik perhatian.

Source http://eprints.uny.ac.id/17392/1/Berryl%20Raushan%20Fikri.pdf
Comments
Loading...