Batik Temanggung Motif Rigen Mbako

0 429

Batik Temanggung Motif Rigen Mbako

Rigen adalah tempat penjemuran tembakau yang telah dirajang terbuat dari anyaman bambu, motif ini menggambarkan daun tembakau yang telah dirajang yang siap untuk di jemur dan daun tembakau untuh. Motif Rigen Mbako juga merupakan pengembangan dari Motif Ron Mbako dimana motif daun tembakau tetap menjadi motif utama dan rigen hanya sebagai motif tambahan dalam penciptaan motifnya. Motif batik ini terdiri dari tiga bagian pada motifnya, yaitu motif utama, isen-isen dan motif tambahan. Pada batik ini mempunyai motif utama daun tembakau. Isen-isen yang digunakan antara lain isen sisik, tritis, cecek, dan kembang kecer yang kemudian dikembangkan lagi. Sedangkan pada motif tambahan batik ini menggunakan motif pinggiran sebagai pembatas untuk membedakan antara kedua pola motif.

Motif utamanya merupakan stilisasi dari daun tembakau dengan isen garis-garis tegak lurus, garis lengkung, garis diagonal dan dikombinasikan dengan isen cecek yang dibuat besar dan kecil. Pada pola tersebut motif utama daun ini digambarkan dua helai daun yang saling menyilang dan searah dengan penempatan teratur. Motif tambahan atau motif pinggiran merupakan pengembangan dari pada batik tradisional yang disebut mlinjon pembatas antar bidang yang diisi motif utama mlinjon biasanya hanya terdapat pada Motif Parang Lereng. Motif tambahan ini merupakan gambaran dari bentuk rigen, motif merupakan pengembangan dari isen-isen batik tradisional diantaranya: isen tritis, isen cecek dan isen srimpet kemudian dipadukan dengan garis-garis diagonal, tegak lurus, zigzag. Ditinjau dari segi pembuatan motif batik ini digolongkan dalam motif kombinasi atau pengembangan karena motifnya tersusun dari kombinasi motif tradisi dan motif-motif khas Pesona Tembakau yang cenederung lebih modern.

Pada struktur, penempatan motif-motif tersebar merata dipermukaan kain secara teratur dengan dua pola yang berbeda, berarah vertikal dan berkesinambungan. Juga didukung dengan pengisian pada pola motif dengan isen-isen yang bervariasi seperti cecek, bunga tembakau adanya perpaduan dengan garis miring, tegak lurus, horizontal dan juga terdapat ritme yaitu banyaknya terjadi pengulangan bidang, ukuran, corak dan arah pada motif hingga terjadi kesatuan motif. Pada pola batik ini tergolong keseimbangan asimetris karena terdiri dari unit-unit berbeda pada setiap sisinya dan tidak dimungkinkan terjadinya pengulangan arah dan jumlah motif disetiap sisinya. Tetapi juga dapat dikatakan sebagai balance simetris yang tidak murni simetris, karena banyaknya repetisi yang mendekati kesamaan dalam motif. Sedangkan pada pola kedua tergolong keseimbangan simetris karena terdiri dari unit-unit sama pada setiap sisinya dan dimungkinkan terjadinya pengulangan motif dan arah dalam penciptaanya.

Source http://eprints.uny.ac.id/17392/1/Berryl%20Raushan%20Fikri.pdf
Comments
Loading...