Batik Temanggung Motif Mbako Sak Wit

0 168

Batik Temanggung Motif Mbako Sak Wit

Dalam bahasa Jawa kata sak memiliki arti satu, utuh atau intensitas yang paling pol/kuat, sedangkan kata wit dalam bahasa Jawa berarti pohon atau tanaman. Jadi yang dimaksud disini adalah motif yang menggambarkan satu tanaman tembakau secara utuh yaitu batang, daun hingga bunga tembakau. Motif Mbako Sak Wit juga merupakan pengembangan dari pola rejeng, dimana pola penyusunanya juga sepanjang garis miring pada kain. Ide dasar pembuatan batik ini berupa stilisasi akar, batang, daun, dan bunga tembakau, dalam pembuatan motif ini terdiri atas motif utama, tambahan dan isen-isen.

Motif ini merupakan motif kreasi baru jika ditinjau dari bentuk dasar motif dan isen-isen motif yang belum ada sebelumnya, namun jika ditinjau dari pola penempatan motif, motif ini merupakan motif pengembangan dari Motif Lereng karena penyusunan motif-motifnya seperti pola lereng yaitu disusun sepanjang garis diagonal 45o pada kain panjang batik. Jika ditinjau dari segi pembuatan batik ini digolongkan dalam motif pengembangan karena susunan motifnya berpola motif tradisi yang dikombinasikan dengan motif khas pesona tembakau, pengembangan terdapat pada motif utama dan pada pengisian isen yang merupakan inovasi baru khas pesona tembakau.

Pola motif ini tersusun dari deretan motif tanaman tembakau menurut garis miring dan variasi terletak pada penempatan motif, besar-kecil Motif Tanaman Tembakau, dan isen-isen pada latar kain dengan susunan tiga-tiga seperti penyusunan isen cecek telu, penempatan isen pada latar kain tersebar teratur di seluruh permukaan. Dalam pola, motif ini terdapat ritme yaitu terjadi pengulangan pada motif, ukuran, arah dan pada pola penyusunan motif hingga terjadi kesatuan desain motif. Batik ini tergolong keseimbangan simetris karena terdiri dari unit-unit sama pada setiap sisinya dan banyak terjadinya pengulangan motif sehingga tidak banyak variasi yang membuat motif ini terlihat sederhana, statis dan monoton.

Source http://eprints.uny.ac.id/17392/1/Berryl%20Raushan%20Fikri.pdf
Comments
Loading...