Batik Temanggung Motif Mbako Acak

0 48

Batik Temanggung Motif Mbako Acak

Motif Mbako Acak adalah motif dengan bentuk dasar motif utamanya berbentuk daun tembakau yang disusun secara acak atau bebas, dimana bentuk daun tembakau hanya berfungsi sebagai bidang yang diisi dengan motif-motif tradisional sebelumnya dan motif-motif kreasi baru. Pada batik tulis ini dapat digolongkan motif modern atau kreasi baru karena motif hanya tersusun atas motif utama dan isen-isen tidak terikat seperti pada batik tradisional terdapat motif tambahan. Motif utama berupa daun tembakau yang diisi dengan berbagai macam motif-motif dan isen-isen yang bervariasi. Pola penyusunanya ditempatkan bebas tersebar di permukaan latar kain.

Motif batik tulis ini digolongkan dalam motif kombinasi atau pengembangan karena pola susunan motifnya terdiri dari motif tradisi dan motifmotif modern. Motif tradisi terdapat pada pengisian bidang daun tembakau dengan motif parang dan motif kawung, serta isen-isen kukon. Pada struktur pola, penempatan untuk mengisi latar kain digambarkan motif daun tembakau yang terisi motif-motif tersebut merata diseluruh permukaan kain secara bebas menyebar dengan dipadukan titik-titik (cecek) disusun dengan teratur sebagai pengisi agar latar pada kain tidak terlihat kosong.

Pada bagian motif-motif utama tersebut terlihat menarik karena banyaknya pengisian motifmotif dasar dengan motif dan isen-isen yang bervariasi. Hal ini juga didukung dengan banyaknya terjadi pengulangan pada bentuk pola, bidang dan arah pada motif hingga terjadi kesatuan desain motif. Pola pada karya ini tergolong keseimbangan asimetris karena terdiri dari unit-unit berbeda pada setiap motifnya dan tidak dimungkinkan terjadinya pengulangan arah, ukuran dan corak, sehingga terdapat banyak variasi yang membuat pola motif ini terlihat lebih rumit, dinamis dan menarik perhatian. Tetapi juga dapat dikatakan sebagai balance simetris yang tidak murni simetris, karena banyaknya repetisi yang mendekati kesamaan dalam motif.

Source http://eprints.uny.ac.id/17392/1/Berryl%20Raushan%20Fikri.pdf
Comments
Loading...