Batik Temanggung Motif Godhong Kembang Mbako

0 239

Batik Temanggung Motif Godhong Kembang Mbako

Kembang dalam bahasa Jawa berartri bunga, motif ini menggambarkan daun dan kuncup bunga tembakau. Motif tersusun dari stilisasi bentuk dua helai daun dan dua kuncup bunga tembakau dengan pola penyusunan sepanjang garis miring pada kain panjang batik. Jika ditinjau dari segi pola penempatan motif ini merupakan motif pengembangan dari Motif Lereng karena penyusunan motif-motifnya seperti pola lereng yaitu disusun sepanjang garis diagonal 45 derajat pada kain panjang batik. Motif ini tidak sama dengan motif batik tradisi yang terdiri tiga bagian pada motifnya, yaitu motif utama, motif tambahan, dan isen-isen. Pada batik ini mempunyai motif utama yaitu stilisasi bentuk bunga dan daun tembakau, sedangkan batik ini tidak menggunakan motif tambahan sebagai penghiasnya. Batik ini banyak menggunakan isen-isen bebas dalam pengisian motifnya Motif utama pada karya ini merupakan stilisasi dari dua helai daun dan dua kuncup bunga tembakau, pada daun didalamnya terdapat isen berupa garisgaris mengikuti alur tekstur tulang daun.

Sedangkan pada dua kuncup bunga tembakau terdapat isen-isen cecek yang terdapat pada tangkai bunga. Motif utama ini disusun secara beraturan berkesinambungan dengan dua arah yang berbeda pada setiap deretannya, deretan pertama mengarah ke atas dan deretan kedua mengarah ke bawah atau motif saling bertolak belakang dengan susunan sepanjang garis miring. Pada bagian tengah diantara deretan tersebut berupa isen-isen cecek dengan pola penyusunan melingkar yang memberi kesan memancar. Sedangkan pada pengisian latar kain batik ini menggunakan isen-isen yang tersusun dari garis melingkar membentuk sepiral dimana pada bagian garis luar terdapat titik-titik (cecek) yang dibuat lebih besar dan mengikuti alur lingkaran dan dikombinasikan dengan isen cecek disusun secara bebas menyebar sebagai pengisi latar kain agar tidak terlihat kosong.

Dari beberapa analisis yang tertera di atas batik ini terlihat jelas dalam mengembangkan motifnya, ditinjau dari ide penciptaan yang belum ada dalam batik-batik sebelumnya, terdapat pula dalam pembuatan bentuk-bentuk dasar motif mengambil unsur-unsur tertentu pada batik tradisi dan pada isen-isen juga mengalami pengembangan diantaranya mengombinasikan garis-garis dengan beberapa isen-isen batik tradisi sehingga memunculkan inovasi baru. Pada struktur, penempatan motif-motif untuk mengisi latar kain digambarkan seperti Motif Lereng karena pola penyusunannya sepanjang garis diagonal 45 derajat pada kain panjang batik. Dalam pola, motif utama terdapat ritme yaitu banyaknya terjadi pengulangan pada bentuk motif, isen-isen dan arah pada motif hingga terjadi kesatuan motif. Dengan banyaknya terdapat repetisi dalam segala bentuk motif membuat batik ini tergolong keseimbangan simetris karena terdiri dari unit-unit motif yang sama.

Source http://eprints.uny.ac.id/17392/1/Berryl%20Raushan%20Fikri.pdf
Comments
Loading...