Batik Teknik Garam, Terbaru Dari Iwan Tirta

0 51

Batik Teknik Garam, Terbaru Dari Iwan Tirta

Makanan tanpa garam, hambar rasanya. Bukan sekadar penambah cita rasa, di tangan Era Soekamto, direktur kreatif Iwan Tirta Private Collection, garam dijadikan alat bantu utama dalam teknik pembuatan serangkaian koleksi batik.

Seperti yang diketahui banyak pencinta mode, khususnya batik, semasa hidupnya Iwan Tirta telah mewariskan sekitar lebih dari 13 ribu motif yang terdokumentasikan dalam arsip Iwan Tirta.

Ternyata, diungkapkan Era Soekamto, mendiang maestro batik tersebut ternyata tak hanya mewariskan ribuan motif batik, melainkan juga ratusan ragam teknik pembuatan batik. Khusus untuk koleksi terbaru Iwan Tirta Private Collection yang bertajuk Condrosengkolo, kali ini Era mencoba mengeksplorasi teknik garam dalam proses membatik.

“Teknik garam adalah salah satu teknik batik yang pernah Mas Iwan kembangkan semasa hidupnya. Baru kali ini kami mengangkat teknik garam untuk membuat sebuah koleksi busana,” ungkap Era jelang pergelaran busana Condrosengkolo di Fairmont Hotel, petang, seperti dikutip dari Wolipop.

Dijelaskan Era, teknik garam bertujuan untuk menciptakan warna tertentu. Untuk teknik ini, garam laut berbentuk bongkahan besar yang digunakan.

Garam digunakan karena dapat mengabsorbsi jenis bahan kimia tertentu saat proses pewarnaan batik. Reaksi tersebut juga bisa menghasilkan warna yang tak terduga. Warna-warna yang dihasilkan tentu membuat hasil kain jadi lebih unik.

Di samping itu, Era juga mengaplikasikan teknik ombre. Disebut pula sebagai teknik gradasi, teknik ombre tidak merusak warna terang bulan batik. “Di tengah motif batik, biasanya ada kosongan atau bledak. Itulah yang kami beri gradasi,” ungkap desainer kelahiran 3 Mei 1976 ini.

Motif yang diberi tajuk Condrosengkolo tersebut bercerita tentang keselarasan manusia dengan alam semesta, Condrosengkolo mengacu pada perhitungan waktu Jawa yang berbasis rotasi bulan.

Ada 77 rancangan yang diluncurkan untuk lelaki maupun perempuan. Meskipun mengambil motif batik berusia puluhan tahun, kesemuanya dibuat dengan rancangan model yang cukup kekinian.

Dilansir Liputan6, siluet seperti gaun panjang, gaun malam semi-formal, dan tampilan setelan diwarnai aksen tumpuk yang modern. Sementara untuk busana lelaki, rancangannya meliputi kemeja lengan panjang pas badan dengan potongan modern dan aksen kerah mandarin yang lebar, serta jas.

Bahan organza dan pewarnaan ombre pun membuat tampilan batik lebih beragam. Teknik garam dan ombre memang menjadi konsentrasi Era Soekamto dalam memberikan sentuhan gaya baru dalam batik Iwan Tirta saat ini.

Source https://beritagar.id https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/batik-teknik-garam-terbaru-dari-iwan-tirta
Comments
Loading...