Batik Tancep Khas Gunung Kidul

0 443

Batik Tancep Khas Gunung Kidul

Kabupaten Gunung Kidul dikenal sebagai daerah tandus dan sering mengalami kekeringan di musim kemarau, namun menyimpan kekhasan sejarah yang unik, selain potensi pariwisata, budaya, maupun kuliner. Gunung Kidul memiliki kerajinan batik yang sudah mulai dikenal yaitu Batik Tancep. Pemberian nama Batik Tancep diambil dari nama sebuah desa di Kecamatan Ngawen yaitu Desa Tancep.

Dilihat dari sejarahnya, sebenarnya berasal dari dua wilayah dusun yang berbeda yaitu dusun Sumberan dan Sendangrejo. Batik Motif Tancep diproduksi berdasarkan pesanan, dan hingga saat ini ada 12 (dua belas) jenis batik tulis dengan beragam bentuk motif, diantaranya, Motif Babon Angrem, Bokor Mas, Gajah Birowo, Sekar Jagad, Ganggeng, Galaran Prahu, Sekar Kanthil, Candi dan Wahyu Tumurun. Batik Tancep atau dikenal dengan nama Batik Tulis Tancep merupakan kerajinan batik yang dihasilkan oleh pengrajin batik di Gunungkidul.

Proses pembuatan pada Batik Tancep masih tergolong tradisional dengan pembuatan motif secara manual dan pewarnaan dengan bahan alami. Pemasaran Batik Tancep ini sementara mengikuti pasar batik yang ada disekitarnya yaitu Yogyakarta dan Solo karena pembeli beelum banyak yang datang langsung ke lokasi atau pusat pembuatan. Batik Tancep Ngawen memiliki motif dan warna yang sedikit berbeda dengan jenis batik yang telah terkenal sejak lama yaitu batik khas Jogja dan batik khas Solo. Kedua jenis batik tersebut menjadi perbandingan karena letak Ngawen sendiri berada ditengah-tengah antara Yogyakarta dengan Solo. Ciri khas utama dari Batik Tancep Ngawen adalah banyak batik yang diproduksi dengan warna biru keungu-ungan, hijau, dan coklat. Meski memiliki motif dan warna yang berlainan dengan Batik Jogja dan Batik Solo, dalam prakteknya Batik Tancep Ngawen tetap terpengaruh keduanya. Hal ini dikarenakan Batik Tancep Ngawen memiliki pangsa pasar di Jogja dan Solo.

Source Batik Tancep Khas Gunung Kidul Batik
Comments
Loading...