Batik Tak Sekadar Coretan di Kain

0 184

Batik Tak Sekadar Coretan di Kain

Batik tak sekadar coretan di atas kain. Lebih dari itu batik memiliki filosofi tinggi, baik dalam aspek spiritualitas, seni, maupun budaya. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat menjadi keynote speaker dalam acara Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018, di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Kepada sejumlah hadirin, termasuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Ketua Dekranasda DIY GKR Hemas, Chairman of The Export Council Indonesian Batik Prof Rahadi Ramelan serta sejumlah tamu undangan lainnya, Ganjar lantas menceritakan batik Rifa’iah asal Batang dan Batik Samin Surosentiko dari Blora.

Bahkan di beberapa daerah, lanjut Ganjar, batik menggambarkan nuansa kultural masyarakat sekitarnya. Mulai dari kebiasaan hidup sehari-hari hingga sejarah masa lalu. Kehebatan batik itulah yang membuat dunia mengakui kerajinan rakyat Indonesia ini. Saat ini, di setiap sendi kehidupan, sudah banyak yang menggunakan batik.

Saat ini, kata dia, pemerintah terus mengupayakan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas batik. Salah satu cara yang dilakukan, mengombinasikan batik dengan berbagai media agar orang merasa nyaman saat mengenakannya. Gubernur mengatakan, setidaknya ada tiga isu yang harus dibahas dalam pertemuan JIBB 2018. Pertama di sisi hulu, bagaimana pemerintah membantu para perajin batik untuk memenuhi peralatan yang dibutuhkan. Sebab saat ini, dia banyak mendapat keluhan dari perajin terkait sulitnya mendapat pewarna batik yang bagus namun tidak mencemari lingkungan.

Ganjar juga berharap batik dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat khususnya anak muda. Sebab, batik cocok digunakan untuk segala usia, dengan berbagai model pakaian. Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, batik bisa menjadi media diplomasi budaya Indonesia.

Source https://jatengprov.go.id/ https://jatengprov.go.id/publik/batik-tak-sekadar-coretan-di-kain/
Comments
Loading...