Batik Tabir, Batik Baru Khas Riau

0 109

Batik Tabir

Untuk menghidupkan kembali nuansa Batik Riau, Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 1985 mencoba menggali kembali dan menumbuh kembangkan batik ini dengan memberikan pelatihan membatik kepada masyarakat. Namun bukan batik cap sebagaimana tersebut diatas, melainkan membatik yang mempunyai kesamaan dengan batik Jawa yang menggunakan Canting, tetapi motif yang di pergunakan adalah murni Motif Melayu Riau.

Percobaan demi percobaan yang dibuat pada akhirnya dapat menghasilkan suatu pola baru dengan membuat batik tulis/colet berpola dengan mengambil tema dari tabir belang budaya Melayu Riau yang bergaris memanjang dari atas ke bawah dengan motif-motif Melayu yang ada, ini terutama terdapat pada tabir pelaminan Melayu Riau.

Dari motif-motif yang ada ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah motif baru yang di beri nama sesuai aslinya. Motif yang paling banyak diambil sebagai desain batik berupa motif bunga yang banyak ditemui di Riau seperti bunga Bintang, Sosoum, Cempaka dan Kenduduk. Batik Riau ini kemudian tumbuh berkembang dan diberi nama ”Batik Tabir”. Kendati bukan merupakan warisan Kerajaan Melayu Riau, Batik Tabir pertama kali dibuat tahun 2005 dengan tujuan agar provinsi ini mempunyai batik yang motifnya sarat dengan kebudayaan Melayu dan tidak sama dengan batik daerah lain.

Konsep pengembangan batik ini terinspirasi oleh bentuk tabir yang mempunyai pola garis vertikal dari atas ke bawah atau sesuai dengan motif yang tergambar, yaitu pola yang memanjang dari atas ke bawah dengan pola tekat yang mengandung kesan keagungan. Didalam bidang garis tersebut dibubuhi motif asal daerah Riau, terutama diambil dari sulaman tekat, yang lebih serasi untuk dikembangkan sebagai motif batik. Sedangkan pola tabir digunakan karena terdapat hampir diseluruh daerah Riau. Selain motif, hal yang juga membedakan Batik Tabir dari batik lain yang ada di Indonesia adalah pemilihan warna. Warna yang biasa digunakan dalam Batik Tabir ialah warna-warna yang lebih terang dan cerah, seperti merah, kuning atau hijau, berbeda dengan batik dari daerah Solo atau Yogya yang sebagian besar berwarna coklat dan cenderung gelap.

Sebagai bahan dasar pembuatan Batik Tabir, dipilih kain sutera Cina yang harganya cenderung cukup mahal, sekitar Rp180 ribu untuk setiap meternya. Penggunaan kain sutera Cina dengan motif timbul akan memunculkan efek yang berbeda bila dibandingkan dengan motif sutera polos terutama ketika batik ini ditimpa cahaya. Selain itu, pernah pula dicoba dengan menggunakan kain belacu, tetapi lilin yang digunakan sering kali menggumpal atau jika tidak, canting yang digunakan seringkali tersangkut di kain sehingga menjadikannya berserabut dan hasilnya pun tidak bagus. Hal tersebut disebabkan karena kondisi kain belacu kasar dan berbeda dengan sutera yang halus.

Source Batik Tabir, Batik Baru Khas Riau Batik
Comments
Loading...