Batik Suminar Pelopor Batik Khas Kediri

0 224

Batik Suminar Pelopor Batik Khas Kediri

Batik tulis dengan khas motif Kediri ini biasanya memiliki motif yang menggambarkan beberapa beberapa lokasi wisata dan potensi yang ada di Kabupaten Kediri. Satu yang menjadi ciri khas adalah dalam setiap karyanya selalu terdapat motif bulatan-bulatan kecil.

Suminarwati merupakan salah satu pemilik dari usaha Batik Suminar mengatakan bahwa usaha ini berangkat dari kecintaanya akan batik dan keprihatinan akan belum adanya batik khas Kabupaten Kediri. “Sejak kecil saya menyukai batik. Lalu tahun 1992 saya sudah mulai usaha jual batik. Berbagai batik dari Batik Solo, Jogja, Papua, Madura semua dilayani. Lalu muncul keprihatinan kok tidak ada batik khas Kabupaten Kediri. Lalu saya berinisiatif menciptakan Batik sebagai ciri khas daerah.” Tutur ibu tiga anak ini.

Dirinya lalu melacak semua literature batik mengenai keberadaan Batik Kediri. Namun pelacakannya berakhir buntu. Hingga akhirnya dirinya memutuskan membuat motif sendiri terhadap Batik Kediri. Menjadi menarik dalam usaha Batik Suminar ini adalah tenaga pembatik yang digunakan para ibu-ibu buruh tani yang tinggal disekitar rumahnya. Awal usahanya, tenaga kerja batik Suminar hanya sebanyak dua orang kini sudah berkembang menjadi 34 karyawan yang turut serta mengerjakan usaha ini. Sebanyak 34 karyawan ini sebagian besar Buruh Tani Brambang. Jadi pagi hari mereka ke sawah, siang membatik di sini, lalu sore ke sawah lagi. Harapannya usaha ini mampu memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan wanita di sekitar Sekoto.

Suminar kembali menuturkan, tidak menyangka Motif khas Kediri kreasinya disukai oleh pelanggan. Kini sedikitnya 600 lembar batik setiap bulan siap dijual di workshopnya. Terlebih sejak Batik Indonesia diakui sebagai warisan budaya dunia oleh PBB menjadi salah satu perkembangan Batik Kediri semakin eksis. Suminar menekankan selalu menjaga mutu dan kualitas dalam setiap produknya. Dari prinsip inilah usahanya terus berkembang. Kini pemasaran produknya sudah mencapai Jakarta, Sumatera dan Kalimantan.

Dirinya juga dibantu sang anak dalam mengembangkan usaha ini. Selain melalui enam outlet yang ada di Kediri juga pemasaran dilakukannya melalui online. Kendati sudah bisa dikatakan sukses, suminar tetap semangat dalam berkarya. Selain telah menghasilkan batik motif SLG, Jajar Legowo, Cengkeh, Mega Mendung, Jaranan, Bekicot dirinya masih terus mengembangkan beberapa motif lagi. Seperti sekarang untuk mengangkat Profil Desa Sekoto Kecamatan Badas, saya sedang mendesain Motif Tepas. Yang berarti Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Sengaja memunculkan untuk mengenang Desa Sekoto yang kebetulan menjadi Tempat Pembuangan Sampah Kabupaten Kediri.

Source Batik Suminar Pelopor Batik Khas Kediri Batik
Comments
Loading...