Batik Sumbawa

0 1.590

Sejarah Batik Sumbawa

Pulau Sumbawa merupakan salah satu pulau yang termasuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Seperti juga di daerah lain dari kawasan Timur Indonesia, sejarah Batik Sumbawa masih sangat muda.

Penetapan pusat batik di sebuah sekolah seperti ini menjadi berbeda dari daerah lain. Kebijakan ini dapat dijadikan contoh bagi sekolah atau daerah lain yang akan mengangkat ‘gengsi’ SMK-Sekolah Menengah Kejuruan di masyarakat luas.

Kebijakan ini dipicu oleh pengakuan UNESCO tentang kain batik sebagai warisan budaya Indonesia. Selain itu, pemerintah NTB merasa prihatin pada kemunduran industri tenun ikat, dari semula 11 menjadi tiga perusahaan saja. Penyebab  yang lain adalah karena batik telah digunakan sebagai bagian dari pakaian tradisional sebagian masyarakat di daerah ini, Sambolo (Destar) dan Weri (Ikat Pinggang), tetapi belum memiliki tradisi membatik.

Motif Batik Sumbawa

Motif batik belum cukup berkembang. Ada gerakan yang menangkap inspirai dari motif tenun. Tenun Ikat Sumbawa memiliki corak warna dan motif yang khas. Warna dasar alami, yakni warna pohon dan tanah dengan tumbuhan atau hewan.

Seperti juga di daerah lain, motif hiasan tenun Sumbawa juga memiliki makna khusus. Misalnya: Bunga Sekuntum mengingatkan sebagai manusia selain bermanfaat bagi dirinya, juga harus bermanfaat bagi orang lain.  Bunga Setangkai sebagai simbol kehidupan keluarga yang mampu mewujudkan kebahagiaan bagi anggota keluarga dan masyarakat.  Bunga Nenas merupakan simbol dari 99 sifat utama Allah yang wajib dipedomani dan diteladani.  Bunga Rebung mengandung makna hidup yang mesti jalani dengan penuh semangat.

Beberapa satwa juga digarap untuk dijadikan motifnya. Masyarakat setempat pemberi makna secara beragam. Motif ‘burung’ melambangkan  roh orang yang telah meninggal. Reptile (buaya, kadal, ular) dianggap sebagai penjelmaan roh nenek moyang, kepala suku atau orang terkemuka dalam masyarakat. Kuda dan gajah  dianggap sebagai kendaraan roh orang yang meninggal. Katak, kura-kura dan ular dianggap sebagai lambang dunia bawah. Sedangkan kerbau menjadi lambang kesuburan, atau sebagai penolak yang jahat.

Source Batik Sumbawa Batik Keren
Comments
Loading...