Batik Suci, Bisnis Sukses Suami-Istri Bermodal Uang Rp2 Juta

0 34

Batik Suci, Bisnis Sukses Suami-Istri Bermodal Uang Rp2 Juta

Krisis moneter tak menghalangi Dian dan Supriyatno untuk berbisnis batik. Pasangan suami istri memutuskan untuk berusaha batik dengan modal seadanya. Kala itu mereka hanya punya uang Rp2 juta.

“Dimulai sejak 1999 sudah merintis bisnis batik,” kata Dian di Trusmi, Cirebon, Jawa Barat, Kamis 29 November 2018.

Supriyatno menceritakan bisnis batik dimulai kala mertuanya memberikan delapan potong kain. Dengan keahlian yang dimiliki, pasangan ini mulai membatik kain pemberian tersebut.

“Diolah sendiri,” kata pria kelahiran 1976 ini.

Awal bisnis Dian dan Supriyatno hanya dimulai dari dua orang. Mereka mengerjakan tugas membantuk berdua di rumah orang tuanya. Motif yang dihasilkan adalah batik reformasi.

” Sarung ama selendang produksinya,” kata dia.

Tak disangka, karya batik buatan mereka disukai pasar. Berbagai order mulai masuk. Bisnis yang diawal dari modal Rp2 juta itu tak lagi bisa dikerjakan hanya oleh dua orang. Dia memutar otak untuk mengembangkan bisnisnya lebih besar.

Potensi bisnis batik Dian dan Supriyatno dilirik oleh PT Bank Syariah Mandiri. Bank yang kini tampil dengan nama Mandiri Syariah itu melihat batik yang dimiliki pasangan ini memiliki prospek cerah.

Sekitar tahun 2013, Mandiri Syariah menyetujui pembiayaan untuk usaha batik ini. Dana segara senilai Rp50 juta masuk ke kas usaha Dian dan Supriyatno.

” Dapat Rp50 juta. Untuk tambah barang modal dan tenaga kerja,” kata Dian.

Menurut Dian, Mandiri Syariah jadi tujuannya mencari modal kerja karena angsurannya yang diberikan cukup ringan.

Dengan dana itu, Supriyatno mengatakan tenaga kerjanya bertambah empat orang. Produksi batiknya turut meningkat menjadi 100 potong per hari. Padahl sebelum dapat pembiayaan, usaha batik ” Batik Suci” itu hanya bisa memproduksi 100 potong per minggu

 

Kini pegawai Batik Suci telah bertambah menjadi 13 orang. Mereka terbagi atas 4 orang bertugas membatik, 4 pegawai mencetak pola, 4 orang bertugas nyolet ( pewarnaan kain dengan kuas pada motif yang telah dicanting), dan 1 orang nglorotatau aktivitas menghilangkan malam (lilin batik) pada kain.

Batik yang diproduksi ini merupakan kombinasi batik cap dan tulis. Polanya adalah mega mendung dan kraton.

Usaha yang dimulai dari modal Rp2 juta kini menjadi tumpuan Dian dan Supriyatno. Dalam sebulan, Batik Suci bisa meraup omzet dampai Rp20 juta.

“Harga batiknya bervariasi, mulai Rp65 ribu sampai Rp500 ribu,” kata dia.

Supriyatno biasanya menjual batik produksinya ke Cirebon, Jawa Barat dan Solo, Jawa Tengah. Untuk saat ini dia masih belum mau menjual batik di luar dua wilayah itu.

“Masih takut,” kata dia.

Dian menimpali, penjualan Batik Suci juga sudah dilakukan lewat showroom dan online. Memanfaatkan bisnis online lewat sosial media, pasangan ini juga menjual batiknya melalui akun Instagram dengan akun @batik_viggil.

Source https://www.dream.co.id https://www.dream.co.id/dinar/batik-suci-bisnis-sukses-suami-istri-bermodal-uang-rp2-juta-1811293.html
Comments
Loading...