Batik Solo : Batik Tulis Tradisional Girilayu Masih Sulit

0 40

Batik tulis masih memiliki kesulitan dalam hal pemasarannya. Tidak dipungkiri, batik tulis lebih mengarah kepada sebagai barang koleksi. Tetapi, juga tidak sesulit yang orang bayangkan atau pikirkan, karena batik tulis memiliki peminat tersendiri yang meskipun batik tersebut memiliki harga mahal, mereka akan dengan senang hati membelinya. Didukung dengan kualitas dan motif yang bagus, tentu saja. Karena ketika seseorang sudah jatuh cinta dengan batik, dengan motif batik itu, akan ada rasa bahagia yang begtu mendalam apabila bisa memilikinya.

Analoginya, kalau seseorang sudah jatuh cinta, dan kemudian bisa memiliki, maka rasanya seperti dinosaurus makan strawberry, manis. Hahaha. Kembali ke topik, untuk hal pemasaran, sebenarnya bukan batiknya yang harus dijadikan alasan, tetapi orang yang berada di balik batik tersebut yang seharusnya introspeksi. Menyalahkan mahalnya harga batik tidak akan menambah penjualan kita, dan memanfaatkan hal yang bukan hak kita juga tidak akan menambah rezeki kita.

Artinya, sebuah konsep bahwa objek dalam hal ini batik, tergantung kepada manusia yang ada dibelakangnya, mahal, murah, bukan patokan sebuah batik tulis. Tetapi bagaimana kita lebih jauh mendalami dan jatuh hati kepada batik tulis, itulah yang harus lebih dalam kita gali. Kemudian, dengan action pemasaran yang tepat, pemasaran bukan berarti Menunggu pasar datang, tetapi bagaimana kita mencoba menawarkan event.

Source Prajnaparamita indonesianbatik.id/2018/11/20/benarkah-batik-tulis-tradisional-girilayu-masih-kesulitan-dalam-hal-pemasaran
Comments
Loading...