Batik Solo : Batik Parang Rusak Barong Surakarta

0 59

Surakarta yang dalam perkembangannya beraliran Klasik Romantik memiliki banyak pengembangan dalam penciptaan motif batiknya. Secara umum, gaya yang berkembang di Surakarta memiliki ciri-ciri: banyak menggunakan garis-garis lengkung serta lekukan yang tidak tajam, warna latarnya kecoklatan, dan banyak variasi. Secara detail, ciri-ciri yang menunjukan perbedaan gaya Surakarta dengan gaya Yogyakarta adalah sebagai berikut:

  • Bentuk Mata Garèng untuk motif Surakarta berbentuk bulat telur.
  • Bentuk tuding pada bagian ujungnya melengkung.
  • Bentuk badan Barong untuk motif Surakarta lebih kurus atau tidak terlalu cembung dari motif Yogyakarta.
  • Garis-garis lekukan pada motifnya lebih luwes dan bervariasi.
  • Warna Barong keseluruhan adalah kecoklatan.

Hal-hal yang menjadi perbedaan pun, tidak secara prinsip, tetapi hanyalah pada bentuk garis seperti lurus lengkung dan intensitas warna, seperti gelap dan terang. Perbedaan tersebut bukan terletak pada filosofi dan intisari yang terkandung dalam motif batik tersebut. Intinya, antara Gaya Surakarta dan Yogyakarta meskipun memiliki perbedaan, tetap tidak mengubah kualitas batik tersebut, antara batik Solo dan Jogja sama-sama indah.

Source Prajnaparamita indonesianbatik.id/2018/04/13/persamaan-dan-perbedaan-motif-parang-rusak-barong-gaya-surakarta-dan-yogyakarta
Comments
Loading...