Batik Solo : Batik Motif Kembang Bangah, Kecewa

0 73

Ornamen motif Kembang Bangah merupakan perwujudan dari ekspresi rasa kecewa, bentuk protes, tolak bala dan permohonan keselamatan, yang kemudian disusun oleh K.P.A. Hardjonagoro menjadi sehelai kain batik. Beliau merasa kecewa karena budaya (khususnya batik) tidak lagi dihargai sebagai warisan budaya, melainkan hanya sebagai aset bisnis yang menguntungkan. Bentuk protes terhadap kemunduran penilaian masyarakat terhadap budaya, yang diwujudkan Hardjonagoro melalui batik motif Kembang Bangah adalah sama seperti protes Ronggowarsito yang kecewa dengan raja dan lingkungan, yang kemudian diekspresikan melalui tulisannya yang berjudul Kala Tida.

Sama juga dengan kekecewaan Gesang dalam syair keroncong karyanya yang berjudul Caping Gunung. Beliau banyak memadukan ornamen atau ragam hias batik pola lama dari wilayah pedalaman, terutama batik daerah Solo-Yogya yang banyak dikombinasi dengan pola dan warna batik pesisiran, sehingga batik yang dihasilkan masih menggunakan pola-pola batik lama namun warnanya cenderung mengarah kepada warna batik pesisir yang cerah dan beraneka ragam. Selain itu, ciri khas dari batik Indonesia karya K.P.A. Hardjonagoro adalah batik dengan nilai simbolis dan filosofis yang tinggi, seperti batik Pisang Bali yang dibuat sangat halus dengan latar warna merah muda, polanya melambangkan kehormatan, derajat dan pangkat, yang terus diulang-ulang dan bersifat abadi. Warna latar dan ornamen motif batik yang beliau hasilkan terkadang beda.

Source indonesianbatik.id indonesianbatik.id/2018/05/03/batik-motif-kembang-bangah-ekspresi-kekecewaan-k-p-a-hardjonagoro-dalam-sebuah-motif-batik
Comments
Loading...