Batik Sleman Makin Mendunia

0 357

Batik Sleman Makin Mendunia

Sinom Parijotho Salak terinspirasi dari tanaman parijotho yang merupakan tanaman dedaunan yang banyak tumbuh di kawasan pegunungan.  Motif andalannya adalah salak, yang berupa elemen tangkai, daun, bunga parijotho, daun salak, hingga bunga salak. Motif batik ini benar-benar asli Sleman.  Dimana salah satu warganya memenangkan lomba desain batik Sleman tahun 2012.  Berawal dari lomba itulah, Sinom Parijotho Salak ditetapkan menjadi motif khas batik Kabupaten Sleman.  Uniknya teknik batik yang boleh dilakukan oleh para pengrajin batik maksimal dilakukan dengan teknik cap. 

Proses membuat kain Batik Tulis Sleman Sinom Parijotho Salak antara lain, pertama para pengrajin membuat motif di atas lembaran kain putih dengan menggunakan pensil atau yang disebut mal. Lalu motif-motif tersebut ditutup dengan lelehan malam atau lilin dengan menggunakan canting.  Setelah itu, dilanjutkan dengan proses pengecatan.  Dan Ayu Arimbi menggunakan pewarna alami yang benar-benar memanfaatkan hasil alam.  Bila proses ini selesai, maka kain bisa langsung dijemur. 

Dukungan dan pendampingan dari Universitas Islam Indonesia (UII) dalam memajukan dan mengembangkan kelompok pembatik Ayu Arimbi, membuat pengrajin rumahan ini terus berkembang. Pun dari pihak ketiga yakni Telkom.  Perusahaan plat merah ini mendukung industri batik Plalangan ini untuk goes digital dengan koneksi internet broadbandnya. 

Hingga kini kelompok ini sudah mampu menampung 16 wanita yang merupakan ibu-ibu rumah tangga yang memang tidak memiliki aktivitas kerja rutin atau kantoran.  Kelompok ini mampu memenuhi permintaan pasar hingga ke manca negara. Alhasil inilah yang membuat desa Pandowoharjo dikukuhkan menjadi Sentra Batik di Sleman.  Proses pengukuhan inu dilakukan Bupati Sleman pada tanggal 29 September 2016 lalu. 

Dijelaskan Tatik, industri batik di Plalangan ini ke depannya akan dijadikan sebagai desa wisata yang mambu memberikan edukasi kepada pengunjung khususnya turis mancanegara untuk belajar membatik, bermalam di homestay yang disediakan, dan mengenalkan budaya Sleman.  

Kini hampir setiap saat turis asing berkunjung ke Plalangan dan melihat produksi batik Ayu Arimbi sekaligus membeli kain batik yang menurut mereka sangat unik.  Menurut para turis asing tersebut, mereka mulai mengenal batik Sleman yang bernuansa salak dari internet.  Ini salah satu keuntungan sebuah industri rumahan yang sudah goes digital, dan Telkom ada di tengah-tengah mereka untuk menghubungkan sentra batik Plalangan dengan berbagai penjuru dunia. 

Source http://www.inditourist.com http://www.inditourist.com/liputan-khusus/1/read/batik-sleman-makin-mendunia.html
Comments
Loading...