infobatik.id

Batik Sleman Dari Plalangan Merambah Mancanegara

0 8

Batik Sleman Dari Plalangan Merambah Mancanegara

Telkom kembali berperan dalam mendukung industri usaha kecil dan menengah (UKM) dan pariwisata. Adalah kelompok pembatik Ayu Arimbi, yang memproduksi jenis batik khas Sleman dari kawasan Plalangan. Industri batik rumahan dari Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman ini sekarang sudah merambah hingga mancanegara dengan batik tulis andalannya Sinom Parijotho Salak. Sinom Parijotho Salak terinspirasi dari tanaman parijotho yang merupakan tanaman dedaunan yang banyak tumbuh di kawasan pegunungan.  Motif andalannya adalah salak, yang berupa elemen tangkai, daun, bunga parijotho, daun salak, hingga bunga salak. Motif batik ini benar-benar asli Sleman. Dimana salah satu warganya memenangkan lomba desain batik Sleman tahun 2012.  Berawal dari lomba itulah, Sinom Parijotho Salak ditetapkan menjadi motif khas batik Kabupaten Sleman. Uniknya teknik batik yang boleh dilakukan oleh para pengrajin batik maksimal dilakukan dengan teknik cap. “Pengrajin batik di sini dilarang untuk menggunakan teknik printing. Ini untuk mempertahankan industri batik asal Sleman khususnya Plalangan agar harganya tidak jatuh,” kata Tatik, salah seorang pengurus kelompok pembatik Ayu Arimbi.

Proses membuat kain Batik Tulis Sleman Sinom Parijotho Salak antara lain, pertama para pengrajin membuat motif di atas lembaran kain putih dengan menggunakan pensil atau yang disebut mal. Lalu motif-motif tersebut ditutup dengan lelehan malam atau lilin dengan menggunakan canting. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses pengecatan. Dan Ayu Arimbi menggunakan pewarna alami yang benar-benar memanfaatkan hasil alam. Misalkan saja warna merah menggunakan kulit pohon tingi, warna ungu menggunakan daun pohon puring, warna kuning menggunakan kayu tegeran, dan warna hijau menggunakan kulit buah jolawe. Bila proses ini selesai, maka kain bisa langsung dijemur. Kelompok Ayu Arimbi ini dipelopori oleh kaum wanita. Aktivitas membatik ini berawal dari pelatihan yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Diperindagkop) Sleman pada November 2013. Dukungan dan pendampingan dari Universitas Islam Indonesia (UII) dalam memajukan dan mengembangkan kelompok pembatik Ayu Arimbi, membuat pengrajin rumahan ini terus berkembang.

Adanya pihak ketiga yakni Telkom. Perusahaan plat merah ini mendukung industri batik Plalangan ini untuk goes digital dengan koneksi internet broadbandnya. Hingga kini kelompok ini sudah mampu menampung 16 wanita yang merupakan ibu-ibu rumah tangga yang memang tidak memiliki aktivitas kerja rutin atau kantoran. Kelompok ini mampu memenuhi permintaan pasar hingga ke manca negara. Alhasil inilah yang membuat desa Pandowoharjo dikukuhkan menjadi Sentra Batik di Sleman. Proses pengukuhan inu dilakukan Bupati Sleman pada tanggal 29 September 2016 lalu. Industri batik di Plalangan ini ke depannya akan dijadikan sebagai desa wisata yang mambu memberikan edukasi kepada pengunjung khususnya turis mancanegara untuk belajar membatik, bermalam di homestay yang disediakan, dan mengenalkan budaya Sleman.

Source https://www.indotelko.com/ https://www.indotelko.com/kanal_lipsus?di=1&c=lip&it=batik-sleman-dari-plalangan-merambah-mancanegara
Comments
Loading...