Batik Semen Sri Kuncoro

0 60

Batik Semen Sri Kuncoro

Batik merupakan produk seni adiluhung yang tidak terlepas dari ajaran filsafat Jawa. Ajaran tersebut memaparkan bagaimana hubungan mikrokosmos (dunia batin yang terdapat dalam diri manusia), metakosmos (dunia perantara antara manusia dan semesta atau Tuhan), dan makrokosmos (pandangan dimana manusia adalah bagian dari semesta). Segala ide, doa, dan harapan dituangkan oleh masyarakat Jawa dalam bentuk simbol–simbol yang ditata sedemikian rupa agar memberikan gambaran utuh tentang kehidupan.

Meskipun tidak dipaparkan secara gamblang, rangkaian ritual yang mengiringi proses membatik terungkap dari beberapa sumber abdi kriya yang turun-menurun mendapat cerita dari eyang buyut dan leluhurnya. Ritual dilakukan secara bertahap dari sebelum proses pembuatan batik dimulai. Apabila batik tersebut akan dikenakan oleh raja, bupati, atau lurah, sebagai langkah awal diadakan wilujengan (selamatan), yang dilanjutkan dengan melakukan puasa. Langkah berikutnya, menyiapkan uba rampe dalam bentuk kembang setaman dan jajan pasar yang diletakkan di dekat tempat yang akan digunakan untuk membatik. Waktu yang dipilih untuk memulai proses pembuatan batik dihitung berdasarkan weton atau hari lahir dan pasaran bagi orang yang akan mengenakan batik.

Batik Semen Sri Kuncoro menggambarkan kepemimpinan yang termahsyur. Sri (raja) menjadi termahsyur karena kepemimpinannya berhasil membawa rakyat sejahtera, negara aman tentram. Makna filosofisnya adalah kencono (muncar), orang yang memakainya akan memancarkan kebahagiaan.

Source http://jogjaworldbatikcity.id/ http://jogjaworldbatikcity.id/motif-semen-rama-salah-satu-motif-batik-yang-filosofinya-tinggi/ http://jogjaworldbatikcity.id/motif-semen/
Comments
Loading...