Batik Semen Huk

0 206

Batik Semen Huk

Setiap motif pada batik tradisional memiliki makna filosofis berdasarkan pandangan hidup sebagai kearifan lokal. Sejarah penciptaan motif batik terkadang berkaitan dengan lelaku atau amalan yang dilakukan oleh pencipta motif tersebut. Membatik tidak hanya sekadar aktivitas fisik namun memiliki dimensi ke dalam, mengandung doa, harapan, dan pelajaran. Keindahan sehelai batik mempunyai dua aspek, yaitu keindahan yang dapat dilihat secara kasat mata yang diwujudkan melalui ragam hias batik dan paduan warnanya; dan keindahan jiwa yang mengandung makna dan filosofis. Oleh karena itu, usaha dalam menciptakan sebuah wastra batik tidak hanya melibatkan usaha secara fisik tetapi harus disertai usaha dari sisi batin.

Motif Batik Semen melambangkan kekuatan, sumber dari segala keberadaan dan pusat kekuasaan. Kata semen berarti semi atau tunas dan memiliki hubungan dengan motif meru. Konon di puncak Gunung Mahameru terdapat tunas-tunas atau tumbuhtumbuhan yang selalu bersemi. Di antara pepohonan tersebut terdapat pohon-pohon yang dianggap keramat, yaitu: pohon sandilata (pohon hidup) yaitu pohon yang dapat menghidupkan orang yang sudah mati. Salah satu jenis Batik Semen adalah Motif Batik Semen Huk.

Motif Semen Huk diciptakan oleh Sultan Agung pada abad ke-17 dalam masa akulturasi budaya Jawa, Hindu, Islam. Huk adalah motif binatang di jaman Mataram Islam, berasal dari kata-kata Hu’Allah-Allahu, yang maknanya sama dengan dua kalimat syahadat. Huk dilukiskan sebagai burung hong yang ada dalam telur, sedangkan telur tersebut berada di dalam sangkar dan semuanya terlihat transparan. Semen huk merupakan simbol kepemimpinan yang baik, selalu ingat dan taqwa kepada Allah SWT, arif bijaksan, berbudi luhur, terpercaya, cerdas terbuka, melindungi, mendidik, dan ajur-ajer bersama rakyat. Berarti kepemimpinan yang ‘meruang’.

Source http://jogjaworldbatikcity.id/ http://jogjaworldbatikcity.id/motif-semen-rama-salah-satu-motif-batik-yang-filosofinya-tinggi/ http://jogjaworldbatikcity.id/motif-semen/
Comments
Loading...