Batik Semarang Motif Merak

0 1.310

Secara umum bahwa ciri-ciri motif batik Semarang tidak berbeda jauh dengan motif batik di Kota-Kota pesisir utara Pulau Jawa. Ciri-ciri yang dapat diidentifikasi adalah bebas atau tidak terikat pada aturan-aturan tertentu, ragam hias flora dan fauna, ragam hias besar dan tidak rinci, serta warna cerah menyolok. Salah satu motif batik Semarang adalah Motif Merak.

Motif Merak

Semarang tempo dulu sangat menyukai motif burung merak dengan latar perbukitan dan pohon bambu. Setelah diteliti lebih mendalam lagi, ternyata motif ini merupakan pengaruh dari kebudayaan Cina yang mempercayai bahwa burung merak dan bambu memiliki nilai filosofi yang sangat bagus dalam kehidupan. Berdasarkan A Dictionary of Chi-nese Symbols, burung merak merupakan lambang keagungan, keindahan, pelindung keturunannya dari segala bahaya, serta dapat mengusir pengaruh-pengaruh buruk.

Gambar burung merak sering digunakan sebagai hiasan busana kebesaran pejabat-pejabat kerajaan jaman dulu. Rumpun bambu, yang dalam bahasa Cina disebut Zhu adalah lambang permohonan doa. Pohon bambu juga memiliki ruas-ruas yang merupakan simbol silsilah. Jika ruas yang paling bawah bagus, ruas-ruas di atasnya pun bagus. Kondisi ini melambangkan bahwa orang tua yang bagus akan menurunkan juga anak-anak yang bagus. Selain itu bambu dapat hidup di segala iklim serta cuaca. Sifatnya ini menjadi lambang kemudahan dalam menempuh kehidupan.

Oleh karena makna simbolis yang sangat bagus itu, gambar burung merak dan rumpun bambu sering digunakan sebagai ragam hias pada kain, kaca-kaca, dan kartu-kartu ucapan. Berikut ini dikemukakan contoh batik Semarang dengan motif merak dengan latar anyaman bambu, dan daun asam. Warna dasarnya kuning-oranye, dan motifnya berwarna coklat serta merah. Warna merah oranye merupakan salah satu karakter batik tradisional Semarang.

Source Batik Semarang Motif Merak Batik
Comments
Loading...