Batik Sekar Karniem

0 38

Batik Sekar Karniem

Batik Sekar Karniem yang sudah ia paten-kan ini, sementara terbatas untuk kalangan perempuan keraton, khususnya Keraton Pakungwati. Harapannya, kaum perempuan yang memakai batik ini.

Persaingan dalam bisnis batik pun, kian rapat. Tampilan batik pun di luar keraton kadang lebih indah karena dikembangkan dengan bermacam warna.

“Motif Naga Utah Utahan (berasal dari kata dasar muntah karena kekenyangan) mengingatkan para pemimpin dan kalangan elit agar tidak rakus.”

Motif Sumping Kresna mengingatkan pemakainya agar memakai perhiasan secukupnya, dan pada tempatnya. “Makna lainnya, kumpulkan dan tempatkan hartamu secukupnya. Jangan berlebihan,” ujar Arimbi. Motif Liris Keris, lanjut dia, mengingatkan pemakainya agar selalu “menyandang” keris.

Motif Indramayu Karena keraton melarang warga biasa memakai kain batik produk keraton, maka berkembanglah di luar tembok keraton, batik pesisiran. Muncullah kemudian di Cirebon motif motif seperti kapal labuh, kapal kandas, dan batik kenduruan di lingkungan peranakan China di Kota Cirebon. Motif flora dan fauna yang berkembang di luar keraton, masih mirip dengan motif flora dan fauna di lingkungan keraton, dengan bentuk yang lebih sederhana.

Tidak demikian dengan motif batik Indramayu. Motif batik Indramayu lebih didominasi flora dan fauna laut, seperti motif ikan etong (abalistes stellaris atau ikan ayam ayam, atau ikan kambing kambing, atau ikan jebong), sisikan (sisik ikan), atau tanaman bakau. “Perbedaan pokok antara batik keraton (Pakungwati) dengan batik Indramayu adalah, kalau batik keraton lebih banyak bermain motif simbol, maka batik Indramayu lebih memilih corak realitas alam, terutama alam laut.” Demikian penjelasan Carwati saat ditemui di rumahnya, Paoman, Indramayu, pekan lalu.

Source https://lifestyle.kompas.com/ https://lifestyle.kompas.com/read/2018/09/24/213624420/batik-cirebon-indramayu-antara-bisnis-dan-corak?page=2
Comments
Loading...