Batik Sebuah Perjalanan Historis

0 38

Batik Sebuah Perjalanan Historis

Siapa sangka bahwa batik telah menjadi pakaian keseharian masyarakat di Indonesia sejak beberapa abad silam. Dari salah satu literatur yang kutemukan, salah satu bukti bahwa batik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia tergambar dari detail ukiran kain yang menyerupai pola sulur tumbuhan dan kembang-kembangan mirip pola batik tradisional Jawa masa kini yang digunakan oleh Prajnaparamita, arca Dewi Kebijaksanaan Buddha dari Jawa Timur abad ke-13. Diyakini, pola batik yang rumit tersebut hanya dapat dibuat dengan menggunakan canting. Penelusuran tentang rekam jejak batik pun terangkum dalam literatur Eropa.

Teknik membatik dari Indonesia pertama kali diceritakan pada tahun 1817 melalui buku “History of Java”. Hingga tercatat pada tahun 1900 batik dari Indonesia berhasil menuai decak kagum publik dan seniman dunia terutama saat dipamerkan di Exposition Universelle di Paris. Sebagai kekayaan budaya Nusantara, batik merupakan potret perjalanan historis yang memuat berbagai cerita dalam rangkaian perkembangan perubahan zaman. Pertanyaan menggelitik pun akhirnya muncul dibenakku, lantas apa sebenarnya definisi dari batik itu sendiri? Tidak banyak yang mengetahui tentang definisi dari batik, karena pada umumnya cenderung melihat batik sebagai sebuah “warisan bangsa” atau bahkan hanya sepotong pakaian yang sedang nge-trend saat ini. Ternyata banyak definisi yang mencoba menjelaskan hakikat batik itu sendiri.

Istilah batik berasal dari rangkaian dua kata dalam bahasa Jawa yaitu “amba” dan “tik”. Amba berarti menulis dan tik berarti titik. Dari rangkaian dua kata tersebut, ada yang menafsirkan batik sebagai ngambat titik atau rambating titik yang berarti rangkaian titik-titik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa membatik berarti menitikan malam dengan canting hingga tercipta corak yang terdiri atas susunan titik dan garis. Jika sebelumnya telah diketahui definisi batik dari kajian makna dibalik istilahnya, maka lain halnya dengan definisi batik dari sudut pandang teknis pembuatannya berdasarkan hasil Konvensi Internasional Batik di Yogyakarta (1997) yang menyepakati bahwa secara umum batik adalah proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun dengan menggunakan lilin batik (wax) sebagai alat perintang warna. Bilamana prosesnya tanpa menggunakan lilin batik maka tidak bisa dinamakan batiktetapi harus disebut tekstil bermotif batik. Sehingga jelas kini perbedaannya bahwa batik tercipta dari proses pembubuhan malam/lilin, jika tidak melalui proses ini maka hanya dapat disebut tekstil bermotif batik.

UNESCO mendefinisikan batik Indonesia sebagai kerajinan tradisional yang tertuang pada kain yang kaya nilai-nilai budaya tak benda. Batik diturunkan dari generasi ke generasi, dibuat dengan menorehkan titik dan garis menggunakan lilin panas pada kain dengan canting dan cap. Selanjutnya adalah proses pencelupan tangan. Lilin yang menempel, dihapus oleh air mendidih. Proses berikutnya berulang untuk setiap warna.  Tak heran jika pada 2 Oktober 2009, batik Indonesia dikukuhkan sebagai warisan budaya tak benda (intangible) oleh UNESCO dan dirayakan oleh segenap masyarakat Indonesia dengan ramai-ramai berbatik. Sejak pengakuan ini pula, batik semakin populer dan marak digunakan masyarakat sebagai bahan pakaian resmi maupun busana keseharian. Pengakuan PBB telah mengantarkan industri batik tanah air yang telah lama lesu di berbagai daerah kini mendadak kembali bergairah. Terbukti dari banyaknya toko batik dan butik batik di berbagai daerah hingga batik online sebagai pemain di dalam industri batik saat ini.

Source http://permanarikie.blogspot.co.id/ http://permanarikie.blogspot.co.id/2013/01/indonesia-kreatif-indonesia-berbatik.html http://www.berbatik.com/
Comments
Loading...