Batik Sebagai Komoditas Perdagangan

0 2.602

Batik Sebagai Komoditas Perdagangan

Berdasarkan catatan sejarah dari cina, pada masa kerajaan Mataram, pasar desa sudah menawarkan bahan-bahan untuk batik, seperti mengkudu, nila, lilin batik dan kain katun. Selanjutnya pada abad ke 15 kota Malaka merupakan tempat pertemuan para pedagang dari berbagai penjuru. Pada akhir abad ke 19 mulai dipakai bahan dasar pembatikan dari luar negeri yang diimpor oleh pemerintah kolonial dan pedagang-pedagang Belanda. Kemajuan teknologi perhubungan di awal abad ke 20 membuat hubungan komunikasi antar daerah berkembang dan lancar. Informasi pun lebih cepat sampai dan menyebar, di sektor pembatikan kemajuan ini mengakibatkan kemudahan memperoleh bahanbahan dasar.

Jenis produk batik adalah sebagai berikut:

  1. Sarung merupakan barang batik yang penting dan dipakai oleh wanita serta laki-laki sebagai pakaian harian. Sarung ini dibelit sebagai rok pada tubuh dan mempunyai dua lukisan yang terpisah, yaitu dinamakan kepala dan dinamakan badan.
  2. Kain panjang mempunyai lukisan yang sama. Kain panjang jika dipakai oleh laki-laki dinamakan bebed, sedangkan jika dipakai oleh wanita dinamakan tapih atau sinjang.
  3. Ikat Kepala yaitu kain berbentuk bujur sangkar yang dikenakan di kepala seperti surban. Ragam hiasnya tersebar ke seluruh permukaan kain.
  4. Kemben yaitu kain penutup dada yang dililitkan menelilingi tubuh bagian atas. Kemben digunakan untuk mengamankan kain atau sarung agar tidak melorot. Kadang-kadang kemben dilengkapi dengan kebaya.
  5. Selendang yaitu kain panjang tipis yang dipakai oleh wanita untuk keperluan khusus. Selendang dikenakan di bahu atau untuk menggendong bayi dan menggendong bakul ke pasar.
  6. Dodot yaitu dua lembar kain yang dijahit secara bersamaan. Dodot dikenakan oleh keluarga kerajaan, sultan, pengantin dan penari keraton. Dodot dikenakan seperti gaun panjang, kadang-kadang disertai ujung kain yang menjuntai seperti ekor.

Batik diperdagangkan sebagai barang seni, bahan pakaian, pakaian jadi, dan sebagai barang-barang kebutuhan rumah tangga serta kelengkapan kehidupan yang lain.

Source http://eprints.uny.ac.id/27622/1/Nita%20Wulandari%2C%2007207241009.pdf
Comments
Loading...