Batik Sebagai Bagian Lingkup Religi Dan Adati

0 221

Batik Sebagai Bagian Lingkup Religi Dan Adati

Batik adalah seni melukis dilakukan di atas kain dengan menggunakan lilin atau malam sebagai pelindung untuk mendapatkan ragam hias diatas kain tersebut. Dalam bahasa Inggris, teknik ini dikenal dengan istilah waxresist dyeing. Kain Batik merupakan kain yang memiliki ragam hias (corak) yang diproses dengan malam dan menggunakan canting atau cap sebagai media menggambarnya.

Batik memiliki fungsi dan nilai artistik yang mampu memberikan kepuasan batin. Batik merupakan salah satu produk karya seni yang menjadi warisan budaya. Batik sebagai karya seni yang dihasilkan para pembatik merupakan pengejawantahan dari kondisi yang melingkarinya, apa yang diungkapkan merupakan curahan perasaan dan pemikiran terhadap kekuatan-kekuatan di luar dirinya. Para pembatik menghasilkan rancangan batik melalui proses pengendapan diri, meditasi untuk mendapatkan bisikan-bisikan hati nuraninya, kemudian diibaratkan mendapatkan wahyu.

Hal religiusitas berperan besar di dalam pembentukan nilai-nilai keadiluhungan suatu karya seni melalui proses tersebut. Membatik, dalam arti batik tulis bukan hanya aktivitas fisik tapi mempunyai dimensi kedalaman, mengandung doa atau harapan dan pelajaran, dengan batik tulis seseorang dapat menelusuri bagian-bagian dari kehidupan, merangkainya dalam kerangka anyaman peristiwa yang selaras dengan kehidupan.

Source http://eprints.uny.ac.id/27622/1/Nita%20Wulandari%2C%2007207241009.pdf
Comments
Loading...