Batik Rifa’iyah yang Sarat Nilai

0 146

Batik Rifa’iyah yang Sarat Nilai

Di Desa Kalipucang, Kecamatan Batang memiliki tradisi membatik yang sudah berusia ratusan tahun yang sampai sekarang masih dipertahankan. Penggemar batik mengenalnya sebagai Batik Rifa’iyah. Jenis batik ini, diakui Miftahutin, Ketua Kelompok Perajin Batik Rifa’iyah, tidak setenar batik daerah lain, misalnya Cirebon, Sala, atau Yogyakarta. “Karena memang dari awal orientasinya bukan untuk industri. Warga Kalipucang memilih tidak mengubah motif dan cara membatik demi melestarikan budaya dalam Rifa’iyah,” ujar dia. Tradisi itu dipertahankan karena Batik Rifa’iyah terkait erat dengan gerakan dakwah pada masa silam. Nama Rifa’iyah merujuk pada ajaran Rifa’iyah yang dibawa ulama sejak abad ke-18 bernama KH. Ahmad Rifai.

Batik Rifa’iyah memiliki sejarah panjang dan makna spiritual yang dalam. Kata dia, pendiri ajaran Rifa’iyah menggunakan kain batik ini sebagai sarana dakwah. Batik ini dulunya digunakan sebagai sandang utama para pengikut ajaran Rifa’iyah. Selain itu juga digunakan untuk salat dan pengajian. Pada setiap motifnya terdapat pesan-pesan spiritual untuk disebarkan kepada masyarkat luas. Seperti pesan peseduluran atau persaudaraan, gotong royong, dan kelembutan hati.

Salah satu yang menjadi ciri khas batik ini adalah penggambaran makhluk hidup yang tidak boleh utuh. Misalnya motif bergambar ayam kepalanya harus dipisah. Sekarang ini ada 140 orang warga Kalipucang yang teguh meneruskan budaya membatik khas mereka. Koordinator Komunitas Batang Heritage, Prasetyo Widi, mengungkapkan Rifa’iyah bukan satu-satunya produk batik di Kabupaten Batang. Di wilayah lain seperti di Kecamatan Tulis dan Wonotunggal ada masyarakat yang memproduksi batik khas Batang. Tapi jumlahnya tidak sebanyak di Desa Kalipucang.

Selain itu, di wilayah lain banyak yang beralih dari tulis ke batik cap. Namun masa depan Batik Rifa’iyah juga dalam ancaman. Pasalnya, dari 140 orang perajin, hanya segelintir anak muda yang berminat meneruskan tradisi. Jumlahnya tidak lebih dari lima orang.

Source https://www.tempo.co/ https://travel.tempo.co/read/1021677/hari-batik-nasional-mengenal-batik-rifaiyah-yang-sarat-nilai
Comments
Loading...