Batik Rifa’iyah Asli Batang Tembus ke Berbagai Negara

0 71

Ketua Kelompok Tunas Harapan Batik Rifa’iyah Desa Kalipucang Wetan Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Ny.Miftakhutin mengatakan, Batik Rifaiyah merupakan warisan dari nenek moyang keturunan Syekh KH. Ahmad Rifa’i. Ulama karismatik yang lahir pada abad 18 tersebut menciptakan pola batik yang kemudian dikenal sebagai batik Rifa’iyah, merupakan media syiar agama Islam.

Batik Rifa’iyah dengan motif Tiga Negeri dari Batang yang sudah terkenal itu kini menjadi primadona pencinta batik. Dalam prosesnya memiliki sejarah dan sarat dengan nuansa spiritual. Sehingga tidak heran kalau harganya pun cukup mahal, mencapai Rp.4 juta hingga Rp.6,5 juta per potong. Sedangkan batik kualitas biasa, harga paling murah Rp.350 ribu hingga Rp.1 juta,/potong. Batik motif Tiga Negeri tidak hanya laku di dalam negeri saja namun mampu menembus pasar ekspor. Yakni ke Singapura, Malaysia, India, Korea, Jepang, Yunani, Swedia dan Amerika.

Dalam proses pembuatan Batik Tiga Negeri, sebelum membatik diawali dengan shalat Dzuha, juga diiringi membaca kidung berbahasa Jawa dan Arab yang berisi nasehat kepada manusia dan lingkungan alam semesta.

Batik Rifa’iyah dengan berbagai motif, termasuk motif Tiga Negeri, tidak diklaim oleh komunitas Rifaiyah saja, akan tetapi sudah terjadi akulturasi batik dari daerah lain seperti Lasem yang dominan warna merah, Solo warna coklat dan Rifai’yah sendiri dengan dominan warna biru indigo.

Ciri khas batik Rifa’iyah termasuk motif Tiga Negeri, dilarang penggambaran motif hewan secara utuh pada lembaran kain. Menurut keyakinan kami secara turun-temurun itu berdosa. Adapun proses pembuatan batik Rifa’iyah termasuk motif Batik Tiga Negeri, satu potong kain batik halus pembatikannya memerlukan waktu selama 2 hingga 6 bulan. Kalau pembatikannya di atas kain biasa bisa, bisa selesai sekitar satu bulan.

Bupati Batang Wihaji yang berkunjung ke galeri Batik Rifa’iyah mengatakan, Batik Rifai’yah merupakan ikon batik di Batang. Untuk menggeliatkan Batik Rifa’iyah, Pemkab akan membuat regulasi sebagai bentuk keberpihakan usaha batik yang ada di Batang, yakni dengan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam satu hari menggunakan batik tulis Rifaiyah dan harus produk Batang asli.

Pemkab Batang, kata Bupati, akan menghidupkan kampung-kampung ekonomi kreatif, salah satunya adalah kampung batik Rifa’iyah. “Oleh karena itu Pemkab akan hadir mempersiapkan segala sesuatunya, dari pembatiknya sampai bahan baku dan pernak pernik yang medukungnya.

Source https://www.suaramerdeka.com/news/baca/88279/batik-rifaiyah-asli-batang-tembus-ke-berbagai-negara www.suaramerdeka.com
Comments
Loading...