Batik Rakyat Boyolali

0 356

Batik Rakyat Boyolali

Motif Batik Tradisional yang berasal dari Kabupaten Boyolali pada dasarnya mirip dengan motif batik dari  Kota Surakarta, meskipun secara kualitas berada di bawah kualitas Batik Kota Surakarta. Hal ini antara lain disebabkan kualitas bahan dan prosesnya  disesuai­kan  dengan  situasi  dan kondisi ekonomi masyarakat konsumennya. Pemerintah Kabupaten Boyolali pada tahun 1999 mencanangkan ikon daerahnya, meliputi: sapi, buah pepaya, jagung, daun tembakau, ikan lele, dan Gunung Merapi, untuk dimasukkan ke dalam motif batik, sehingga menjadi batik khas Boyolali.

Hal ini untuk me­nunjukkan  kekayaan  daerah  Kabupaten Boyolali. Beberapa sentra batik di Boyolali juga memproduksi batik dengan desain wayang kulit purwa, tetapi setiap lembar kain hanya terdapat gambar satu tokoh wayang dan tokoh yang dilukiskan sangat terbatas pada tokoh-tokoh populer, seperti Werkudara, Baladewa, dan panakawan.

Batik dengan desain wayang ini selain produksinya sangat terbatas, juga kebanyakan batik printing atau cap. Boyolali merupakan salah satu kabupaten yang memiliki sentra-sentra produksi batik, akan tetapi tidak memiliki sumber daya pembatik. Hani merupakan salah satu perajin batik di Banyudono, Boyolali pernah mencoba melatih para remaja putus sekolah di sekitarnya untuk membatik, akan tetapi ternyata usahanya ini belum berhasil karena kebanyakan dari mereka lebih tertarik pada pekerjaan lain.

Source http://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/gelar/article/viewFile/1479/1439
Comments
Loading...