Batik Purbalingga Dinilai Kurang Bergaung

0 261

Batik Purbalingga Dinilai Kurang Bergaung

Batik Purbalingga hingga saat ini dinilai masih kurang bergaung. Padahal potensinya dianggap tidak kalah dengan daerah lain. “Potensi batik di Purbalingga bagus sekali tetapi sampai hari ini, gaungnya masih belum terdengar,” kata Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.

Orang dari luar Kabupaten Purbalingga bahkan lebih sering  mengenal kabupaten itu sebagai daerah industri knalpot, rambut palsu, dan bunga. Salah satu permasalahan klasik yang sering dihadapi dalam pengembangan batik berupa pewarnaan yang masih monoton karena didominasi dengan warna yang cenderung gelap, yakni hitam atau cokelat. Selain itu, kata dia, inovasi dan kreativitas batik juga diperlukan sehingga mampu berdaya saing dengan perajin luar daerah.

Apalagi saat ini sudah memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) atau global. Jadi, untuk menekuni bidang apapun, harus menciptakan serta meningkatkan kreasi dan inovasi, agar memiliki daya saing, karena batik tidak hanya ada di Purbalingga saja, tetap di kota-kota dan kabupaten lain juga banyak yang memproduksi batik. Perajin batik di Purbalingga saat ini hanya mengembangan batik tulis yang pembuatannya butuh waktu lama.

Padahal, perajin batik di daerah lain sudah banyak yang mengembangkan batik cap maupun cetak (printing). Karena hal itu berdampak pada harga batik cap yang jauh lebih murah daripada batik tulis. Dibandingkan batik tulis, dengan harga yang relatif rendah, sudah mendapatkan batik cetak berkualitas serta sudah dalam bentuk jadi. Oleh karena itu, ke depan perlu mengembalikan segmentasi dan lebih mengembangkan batik cap dan batik ‘printing’.

Source http://www.republika.co.id/ http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/08/03/obc6ff284-batik-purbalingga-dinilai-kurang-bergaung
Comments
Loading...