Batik Pura Pakualaman

0 98

Batik Pura Pakualaman

Pura Pakualaman adalah sebuah istana kecil Kadipaten Paku Alaman. Awalnya Wilayah Pakualaman merupakan bagian dari Kesultanan Yogyakarta. Pada tahun 1813 Kesultanan dibelah menjadi Kesultanan Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman sebagai akibat persengketaan antara Kesultanan Ngayogjakarta dengan Letnan Gubernur Jendral Inggris Thomas Stamford Raffles. Pangeran-Pangeran Paku Alam bertakhta dari tahun 1813 hingga tahun 1950, ketika pemerintah menyatukan kadipaten ini dengan kesultanan Yogya sebagai sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi. Kadipaten Pakualaman secara administratif terlepas dari kekuasaan kesultanan Yogyakarta.

Dari sejarah tersebut maka dapat dipahami bahwa unsur-unsur budaya kedua istana itu memiliki banyak kesamaan. Termasuk juga di dalamnya corak batik. Kcraton di kedua wilayah pembatikan ini. Gaya pola dan warna pada Batik Pura Pakualaman mulai berubah sejak Sri Paku Alam VII mempersunting putri Sri Susuhunan Paku Buwana X. Semenjak itu hubungan kedua keiuarga ini semakin erat, yang rupanya berdampak pada tampilan Batik Pura Pakualaman. Salah satu ciri perubahan itu adalah warna Batik Pakualaman yang kini memadukan antara Batik Keraton Surakarta dan Yogyakarta. Bahkan para putri di Pura Pakualaman Yogyakarta menggemari Batik-batik gagrak Surakarta.

Menurut buku “Batik, Zaman dan Lingkungan”, di antara Batik Pakualaman yang paling dikenal adaiah Motif Candi Baruna yang teiah tercipta sejak sebelum tahun 1920, kemudian Motif Peksi Manyura yang merupakan ciptaan R.M. Notoadisuryo. Motif-motif lain di antaranya Pamang Barong seling Sisik, Parang Klitik seling Ceplok, Parang Rusak seling Huk, Sawat Manak, Babon Angrem, dan Dodot.

Source http://pabrikbatik.com/ http://pabrikbatik.com/2017/02/03/pura-pakualaman/ 
Comments
Loading...