Batik Printing Tekan Hidup Perajin Batik Tulis Purbalingga

0 153

Batik Printing Tekan Hidup Perajin Batik Tulis Purbalingga

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkab Purbalingga untuk mewajibkan pemakaian batik khas daerah setempat, menjadi berkah bagi para perajin batik tulis. Namun berkah tersebut tidak bisa diterima sepenuhnya oleh perajin batik, karena kebijakan tersebut banyak dimanfaatkan oleh perajin batik printing yang juga membuat kain batik bermotif khas Purbalingga. Ketua Paguyuban Batik Purbalingga, Yoga Prabowo, mengatakan peredaran batik printing ini belakangan banyak dijual di toko-toko penjual kain dan pakaian di wilayah Purbalingga. ”Terus terang, hal ini sangat memukul kalangan perajin batik tulis. Kebijakan Pemkab yang mestinya menjadi berkah bagi kami, saat ini semakin susut karena membanjirnya batik printing di pasaran,” jelasnya.

Bila kondisi ini berlanjut maka¬† kreativitas para perajin batik tulis khas Purbalingga seperti Batik Goa Lawa, akan kembali susut. Padahal, banyak kalangan anak muda yang saat ini mulai tumbuh minatnya untuk menekuni kerajinan batik tulis. Terpukulnya usaha batik tulis, karena harga batik printing memang lebih murah dari batik tulis. Selain karena proses pembuatan batik tulis lebih mudah, juga karena bahan yang digunakan bukan bahan alam. ‘Batik printing dibuat dengan hanya menggunakan alat cetak, sedangkan batik tulis dibuat dengan desain dan ketrampilan tangan perajin. Selain itu, bahan pewarnanya juga menggunakan bahan pewarna alam.

Seorang perajin batik tulis di Purbalingga, Rizki Purwitasari mengakui harga batik tulis memang tidak bisa dibandingkan dengan batik printing. Batik tulis itu ibarat karya seni. Tidak mungkin menjual dengan harga sama dengan batik printing yang hanya sekadar mencetak. Harga kain batik bermotif Goa Lawa yang dijual di berbagai toko di Purbalingga, memang memang bervariasi. Untuk kain batik yang dibuat dengan proses printing, umumnya dijual denga harga Rp. 45 ribu hingga Rp. 90 ribu per meter tergantung jenis bahannya. Sedangkan untuk batik tulis, paling murah dijual seharga Rp. 300 ribu.

Terkait kondisi ini, Yoga meminta agar pihak Pemkab Purbalingga memberi perhatian lebih pada keberadaan perajib batik tulis. Antara lain dengan mengeluarkan kebijakan pada golongan pegawai eselon tertentu, agar menggunakan batik tulis.

Source http://www.republika.co.id/ http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/03/15/omu625328-batik-printing-tekan-hidup-perajin-batik-tulis-purbalingga
Comments
Loading...