Batik Pribumi

0 167

Batik Pribumi

Batik bergaya pribumi ini umunya sangat cerah dan meriah dalam tata warnanya. Tak jarang pada sehelai kain batik dijumpai 8 warna yang sangat berani, tetapi sangat menakjubkan serta secara keseluruhan sangat menarik. Ragam hiasnya sangat bebas, meskipun disini banyak terlihat ragam hias tradisional Batik Kraton dari Solo-Yogya seperti ragam hias lar, parang, meru dan lain-lain yang telah mengalami sedikit perubahan dalam gayanya.

Ragam hias yang dikembangkan oleh pribumi antara lain Merak kesimpir, Tambal, Jlamprang yang mempunyai kemiripan dengan ragam hias dari Solo-Jogya, ragam hias Terang bulan, dan batik dengan ragam hias tenunan palekat. Beberapa orang yang ikut mengembangkan Batik Pekalongan pada jaman sebelum kemerdekaan adalah Ny. Barun Mohammad, Ny.Sastromuljono, dan Ny.Fatima Sugeng.

Perbedaan karakteristik Batik Pekalongan juga dapat dilihat dari cara atau teknik pewarnaan. Ketika daerah lain masih menggunakan teknik celup (dipping technique) dalam hal pewarnaan, maka selain teknik tersebut, teknik melukis (natural brushing technique) juga sudah digunakan oleh para pengrajin. Teknik pewarnaan ini mulai digunakan semenjak bahan pewarna masuk dalam industri batik di Pekalongan.

Sistem melukis ini mempermudah dalam mencapai warna yang dikehendaki pada saat yang bersamaan, sehingga setiap detail ragam hias dapat dilukis dan diwarnai dengan cepat dan sempurna sesuai dengan aslinya. Teknik pewarnaan dengan menggunakan kuas ini bukan suatu yang baru sebab teknik tersebut erat kaitannya dengan pengaruh tehnik pewarnaan sutra dan porselin dari bangsa Tiongkok.

Source Batik Pribumi Batik
Comments
Loading...