Batik Klasik Ponorogo

0 458

Batik Klasik Ponorogo

Batik klasik mempunyai unsur warna yang cenderung gelap dengan motif flora dan fauna yang motifnya condong ke Solo dan Jogjakarta. Motif-motif itu diantaranya adalah latar ireng reog, sekar jagad, djarot asem, klitik dan sebagainya. Batik Ponorogo juga terkenal dengan motif meraknya yang di ilhami dari kesenian reog yang menjadi ikon di daerah ini, motifnya antara lain merak tarung, merak romantis, dan batik reog. Kain batik yang diproduksi tidak melulu tulis, tetapi juga cap sehingga semua kalangan mampu membeli batik.

Dahulu Batik Ponorogo sempat tenggelam dan menghilang dari pasaran, ketika semua Kabupaten di Provinsi Jawa Timur memunculkan kain batik tulis dengan corak daerah masing-masing. Ponorogo dulunya merupakan salah satu kota di Indonesia yang pernah menjadi bukti sejarah perbatikan di Indonesia. Pada era tahun 1960-1980, Kota Ponorogo memiliki 750 pembatik. Pembatik tersebut berlindung di bawah dua koperasi yang menjadi induk ekonomi para pembatik, yaitu dua koperasi yang khusus mengurusi pengusaha batik. Sebagai bukti pernah jayanya ekonomi Ponorogo dengan batik, bisa dilihat banyaknya bangunan tua yang ada di Ponorogo. Daerah perbatikan lama yang bisa dilihat sekarang ialah di daerah Kauman (sekarang Kepatihan Wetan), Desa Ronowijayan, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Pada akhir tahun 1980-an masuklah batik printing, mulai saat itu kondisi batik mulai mengalami penurunan. Banyak pengusaha yang gulung tikar dan beralih profesi.

Source Batik Klasik Ponorogo Batik Ponorogo
Comments
Loading...