Batik Ponorogo Gunakan Pewarna Alami

0 146

Batik Ponorogo Gunakan Pewarna Alami

Salah satu perajin batik bernama Dian Fajar Riono satu-satunya pengrajin batik di Ponorogo yang memakai pewarna alami dan merupakan warga Desa Nambak, Kecamatan Bungkal yang sudah 6 tahun menjalani profesi sebagai pengrajin batik. Menariknya, ia memilih warna batik hasil karyanya menggunakan pewarna alami. Menurutnya, batik dengan pewarnaan alami memiliki bau harum khas daun dan kulit pohon yang digunakan.

Pewarnaan alami memerlukan proses yang panjang. Mulai dari pengumpulan daun juar, daun mangga dan daun bungur untuk warna hijau, kemudian ada pula akar pace, kulit pohon mauni dan secang untuk warna merah, kunyit untuk warna kuning, daun tom untuk warna biru dan warna hitam perpaduan dari warna-warna yang sudah lama dipakai.

Untuk satu karung daun hanya bisa digunakan mewarnai tiga lembar kain batik. Selain itu, untuk mendapatkan warna yang maksimal, proses pewarnaan dilakukan sebanyak 15 kali proses penyelupan dicampur air kanji, agar tidak mudah luntur. Sebelum digunakan untuk pewarna, daun-daun itu direbus selama 5 jam untuk menghilangkan getahnya. Batik buatannya menggunakan tema kontemporer dengan hiasan bunga asoka. Pasalnya, banyak ulama Ponorogo yang menyukai bunga asoka. Batik yang dibuat sudah dikirim ke Jakarta, Kalimantan, dan sudah dikirim ke negara China.

Untuk satu lembar kain batik ukuran 2,4×1,15 meter ini dibanderol dengan dari harga Rp 275 ribu hingga jutaan, tergantung kerumitan warna dan motif yang digunakan. Dalam satu bulan bisa 20-30 lembar kain batik laku terjual. Omzet yang didapat Fajar, hingga puluhan juta rupiah. Namun sayang bagi Fajar saat ini ia masih kesulitan mencari tenaga kerja meski sudah ada 12 pekerja yang kini membantunya. Terakhir Fajar berharap batik Ponorogo bisa muncul dan berjaya seperti tahun 1965 lalu.

Source Batik Ponorogo Gunakan Pewarna Alami Batik
Comments
Loading...