infobatik.id

Batik Pewarna Kulit Jengkol Di Cirebon

0 14

Batik Pewarna Kulit Jengkol Di Cirebon

Sebenarnya bukan hanya Trusmi daerah penghasil batik di Cirebon. Di kecamatan paling barat, tepatnya di Ciwaringin juga terdapat sentra pembuatan Batik Cirebon. Namun gaungnya kurang menggema sehingga kalah pamor dari Trusmi.

Selain itu, satu hal yang menonjol adalah penggunaan pewarna batik. Perajin di Ciwaringin lebih memilih menggunakan pewarna alami ketimbang pewarna kimiawi. Akibatnya warna kain batik menjadi lebih lembut bahkan seperti bladus. Namun pewarna alami dianggap ramah terhadap lingkungan.

Perajin batik Ciwaringin, M Suja’i mengatakan, pewarna alami untuk kain batik dibuat sendiri perajin. Pewarna itu berasal dari beragam tumbuh-tumbuhan, seperti daun mangga, kulit jengkol, kulit mahoni, daun tong, tembakau, dan kulit pohon indigo. Bahan-bahan alami itu dibuat ekstraksi dan difermentasi untuk menghasilkan warna-warna alami kain batik.

“Ada dua cara membuat pewarna alami batik, pertama di-ekstraksi dan kedua difermentasi. Di-ekstraksi artinya bahan-bahan direbus dalam air mendidih sehingga airnya berubah warna, dan air itu yang digunakan untuk mewarnai batik,” kata M Suja’i di rumah pembuatan batiknya, Jalan Jend Urip Sumoharjo No 39

Sementara fermentasi adalah proses pembuatan warna dari dedaunan dengan cara merendam dedaunan tersebut sampai layu selama 24 jam. “Air rendamannya akan berubah warna,” kata pria kelahiran Cirebon, 9 September 1975 ini.

Menurut Suja’i, penggunaan pewarna alami datang dari kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Lebih-lebih belakangan ini seluruh dunia mengampanyekan go green. “Konsumen luar negeri malah lebih suka dengan batik pewarna alami,” kata Suja’i. Satu kain batik dengan pewarna alami dibanderol Rp 150.000-Rp 2 juta. Itu semua tergantung motif dan gradasi warna. Khusus untuk batik tulis, harganya Rp 500.000-Rp 2 juta. Suja’i bercerita, produksi kain batik di Ciwaringin sudah ada sejak lama, berbarengan dengan kelahiran batik di Trusmi. Namun batik Ciwaringin mengalami pasang surut dalam perjalanannya.

Source http://www.tribunnews.com/ http://www.tribunnews.com/regional/2013/10/03/kulit-jengkol-pun-jadi-pewarna-batik-ciwaringin?page=2
Comments
Loading...