Batik Pewarna Alam Galur Tembus Pasar Internasional

0 143

Batik Pewarna Alam Galur Tembus Pasar Internasional

Batik tulis dengan menggunakan pewarna alami dari dedaunan dan kulit pohon milik salah seorang warga yang tinggal di Desa Banaran, Kecamatan Galur, ternyata mampu menembus pasar internasional. Bahkan pengrajin batik ini pun kini menjadi instruktur nasional berkat ketekunannya mengolah daun-daunan menjadi bahan pokok untuk mewarnai batik hasil karyanya. Berawal dari menemukan pohon perdu yang biasa ditemui di tepi jalan, Widodo kemudian mengolahnya. Tanaman yang biasa disebut dengan tanaman tom itu dicampur dengan kulit pohon mahoni, daun mangga serta daun putri malu untuk dijadikan bahan pewarna alami berupa pasta.

Pada tahun 2004 Widodo kemudian berusaha merintis kerajinan batik tulis dengan menggunakan pewarna hasil olahan sendiri dan mendapat kesempatan mengikuti pameran tingkat nasional. Saat itulah hasil kerajinan batik tulis milik Widodo, dimana usaha kerajinan diberi nama Tom Batik ini mulai dikenal secara luas hingga mancanegara. Bahkan kemudian warga Desa Banaran ini sempat didaulat memberikan pelatihan kerajinan batik di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pewarna alami bikinan warga Desa Banaran yang ternyata bernama latin Indigo Fera Tinctoria ini ternyata memiliki nama yang berbeda-beda di sejumlah wilayah. Di wilayah Jawa Barat bernama daun tarum, di Sumatera bernama salaon, di Kalimantan bernama rengat, di NTB bernama taum dan di Flores bernama sampa. Sementara dalam membuat batik tulis berbahan pewarna alami, untuk 1 lembar kain dengan kualitas sedang memakan waktu hingga 5 hari dan untuk kualitas bagus memakan waktu hingga 15 hari dengan dipatok harga yang cukup terjangkau, yakni antara Rp. 175-250 ribu untuk batik ukuran 2 meter dan Rp. 300 ribu untuk batik ukuran 2,5 meter.

Source http://kulonprogo.sorot.co/ http://kulonprogo.sorot.co/berita-5054-batik-pewarna-alam-milik-warga-galur-tembus-pasar-internasional.html
Comments
Loading...