Batik Pewarna Alam Azmiah Tembus Pasar Ekspor

0 75

Batik Pewarna Alam Azmiah Tembus Pasar Ekspor

Keanekaragaman budaya Indonesia memiliki daya tarik tinggi bagi para konsumen mancanegara. Pasalnya, setiap wilayah memiliki produk dengan keunikan masing-masing. Potensi ini bisa menjadi benefit secara ekonomi maupun budaya bagi negara.

Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, memberikan apresiasi kepada para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor batik di Provinsi Jambi. Sebab, selain karena telah melestarikan budaya Tanah Air, mereka juga mampu membuat produk wastra yang bisa diminati oleh konsumen mancanegara.

Salah satu pelaku IKM batik yang sukses di Jambi, yakni Azmiah, merupakan generasi kedua yang mewarisi usaha orang tuanya sejak tahun 1970-an. Ketika mengunjungi Rumah Batik Azmiah, Menperin mendapatkan penjelasan langsung mengenai perjalanan sejarah dalam proses pembuatan motif batik yang mengalami akulturasi budaya Melayu-Islam, Tiongkok dan Jawa tersebut.

Selain dikenal dengan penggunaan warna alam, Batik Azmiah juga memiliki corak yang klasik nan unik. Beberapa motif unggulan yang diproduksinya antara lain kapal sanggat, tampuk manggis, bungo keladi, dan merak ngeram. Melalui capaiannya itu, pada tahun 2015, Kementerian Perindustrian memberikan penghargaan One Village One Produk (OVOP) Bintang 3 Kategori Batik kepada Batik Azmiah.

Pada Juni 2018, Kemenperin memfasilitasi Batik Azmiah ikut serta dalam pameran internasional yang bertajuk “Indonesia Batik For The World” di UNESCO Headquarters, Paris, Perancis. Produk IKM batik kelas premium ini mampu menembus pasar Eropa. Dengan jumlah tenaga kerjanya yang mencapai 70 orang, Batik Azmiah rutin memproduksi batik cap kombinasi sebanyak 150 pcs per bulan dan batik tulis hingga 30 pcs per bulan.

Edy Sunarto, suami Azmiah yang lebih banyak bertugas sebagai desainer, menyebutkan bahwa produksi Azmiah diminati oleh kalangan istana bahkan sampai mancanegara. Tercatat, sudah dua kali pihak istana memesan batik khas Jambi produksinya.

Pertama, yaitu sebelum Presiden berkunjung ke Korea Selatan, Mei 2016 lalu. Edy mengatakan, saat itu istana memesan 70 lembar batik tulis. Kedua, pihak istana kembali memesan satu setengah koper batik Azmiah untuk seragam.

Nilai ekspor batik dan produk batik pada tahun 2017 mencapai US$58,46 juta dengan pasar utama eskpor ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Saat ini, industri batik didominasi oleh pelaku IKM yang tersebar di 101 sentra seluruh Indonesia.

Jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang. Tidak hanya batik, Jambi pun berpotensi menumbuhkan IKM sektor kerajinan yang kompetitif baik di pasar domestik maupun internasional. Contohnya, produk kerajinan rakyat, seperti gelang dan kalung dari buah “sebalik sumpah”.

Source https://swa.co.id/ https://swa.co.id/swa/trends/batik-pewarna-alam-azmiah-berhasil-tembus-pasar-ekspor
Comments
Loading...