Batik Pesisir Mengungkap Akulturasi Budaya Peranakan

0 260

Batik Pesisir Mengungkap Akulturasi Budaya Peranakan di Indonesia

Batik Pesisir yang berasal dari daerah pantai seperti Pekalongan, Indramayu, Madura, dan daerah pesisir lainnya. Berbeda dengan jenis Batik Keratonan yang memang dibuat di daerah keranton seperti Cirebon, Yogyakarta, dan Solo yang khusus dipakai oleh anggota kerajaan (Mataram), Batik Pesisir biasanya dipakai oleh rakyat biasa yang tinggal di luar keraton.

Bagi masyarakat pesisir lebih banyak terpengaruh pada budaya luar negeri seperti India, China, Arab, Persia, Turki, dan negara-negara lainnya sehingga hal ini juga memperluas jenis motif batik yang mereka buat. Pada daerah pesisir utara Pulau Jawa, motif batik pesisir ini memiliki warna dasar putih dengan motif yang lebih berwarna. Bentuk motifnya pun datang dari bentuk flora dan fauna yang sangat bervariasi.

Batik Pesisir juga biasa disebut sebagai batik yang dibawa dari budaya peranakan atau simbol-simbol budaya China. Kentalnya budaya ini bisa dilihat dari Motif Naga, Merak, Awan, Bunga Teratai, dan bentuk flora-fauna lainnya. Motifnya pun berwarna-warni yang sangat mencirikhaskan jenis batik yang satu ini.

Motif Batik Pesisir yang banyak ditemui adalah Motif Ganggeng atau Ganggang Laut. Fungsinya di laut untuk melindungi hewan-hewan kecil mengandung arti bahwa sebagai manusia meski berlaku lemah lembut tapi harus tetap bisa melindungi dan berguna bagi orang lain. Batik Pesisir mulai berkembang dengan pesat pada tahun 1870-an seiring dengan kemajuan transportasi di Indonesia. Perpaduan simbol dua budaya pada motif di atas sebuah kain menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keberagaman budaya yang dipengaruhi oleh negeri luar. Tidak diragukan lagi bahwa sebuah motif batik dapat memperlihatkan kilas balik sejarah Indonesia pada masa lampau.

Source Batik Pesisir Mengungkap Akulturasi Budaya Peranakan Batik
Comments
Loading...