Batik Pemersatu Nusantara

0 17

Batik Pemersatu Nusantara

Veronica Manibui duduk menghadap sebentang kain. Di sekitarnya tersedia canting, lilin, serta peralatan membatik lain. Ibu berusia 50 tahun itu berasal dari Pulau Saonek, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Sejak 2013, ia mulai mengenal batik dan menjadi perajin batik hingga sekarang.

Dari ilmu yang didapat dari dua kota penuh warisan sejarah tersebut, mereka lantas berkreasi membuat batik khas Raja Ampat. Motif utama yang menjadi ciri khas adalah biota laut dan alat musik tradisional bernama tambur. Pada batik raja ampat, sering pula dijumpai lambang mahkota raja dengan empat mutiara.

Motif tersebut berbeda dengan batik papua, yang didominasi cenderawasih, tifa, totem, dan rumah honai. Meramaikan Gelar Batik Nusantara, Veronica datang bersama sejumlah tim dari Papua dan Raja Ampat. Mereka menunjukkan kepada pengunjung bahwa Papua dan Raja Ampat pun memiliki batik dengan corak khas yang indah.

Pendamping dari Dinas Pariwisata Raja Ampat, Ursula Ronsumbre, mengatakan, batik tersebut disesuaikan dengan kondisi alam setempat. Karena iklim yang panas, bahan kain yang dipilih adalah yang bersifat dingin, seperti katun, sutra, atau sifon.

Bentang alam yang didominasi laut menjadi alasan mengapa biota laut menjadi motif khas batik Raja Ampat. Misalnya, kepiting, kerang, lumba-lumba, ikan, penyu, dan terumbu karang. Tidak hanya batik dari Papua dan Raja Ampat, sejumlah batik dari berbagai daerah di Indonesia juga dipamerkan pada Gelar Batik Nusantara 2015.

Pameran batik terbesar di Asia itu diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia dan dilaksanakan oleh PT Mediatama Binakreasi. Dengan mengusung tema “Batik Pemersatu Bangsa”, pameran dan konvensi tersebut hendak mendadahkan khazanah budaya Indonesia. Batik dianggap mampu menjadi pemersatu keragaman dan kemajemukan bangsa.

Terdapat total 350 stan dari berbagai daerah yang berpartisipasi dalam kegiatan yang pelaksanaannya menginjak tahun kesembilan itu. Menurutnya, produk batik khas dari masing-masing daerah membuat warna budaya menjadi semakin beragam.

Meskipun sebagian perajin batik dari daerah luar pulau dilatih membatik di Jawa, ujarnya, mereka tetap akan mengusung konten lokal daerah ketika berkarya. Ratna menyampaikan, proses tersebut merupakan salah satu wujud pewarisan budaya.

Mengenakan pakaian batik merupakan cara lain untuk menambah wawasan. Sebab, secara tidak langsung pemakai akan melihat ragam motif yang memiliki ragam makna dan bisa mencari tahu mengenainya. Truntum adalah simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum).

Karena maknanya, kain dengan motif ciptaan Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) itu biasa dipakai pada hari penikahan, agar cinta kasih yang tumaruntum menghinggapi kedua mempelai. Batik tidak sekadar corak pada kain. Batik Indonesia mencakup keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya terkait.

Karya seni luhur itu tak hanya dijunjung tinggi dan berjaya di dalam negeri, tetapi telah diakui dunia. Oleh UNESCO, batik Indonesia telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.

Source https://republika.co.id/ https://republika.co.id/berita/koran/urbana/15/06/30/nqqwsl6-batik-pemersatu-nusantara
Comments
Loading...