Batik Pekalongan : Batik Encim (Desain Belanda) Pekalongan

0 123

Pada masa pendudukan Belanda, wanita-wanita peranakan Tionghoa di Pekalongan mengenakan busana kebaya dalam kesehariannya. Kebaya yang merupakan busana wanita Jawa dipadankan dengan sarung batik dengan desain khas Pekalongan. Istilah “kebaya encim” dan “batik encim” muncul untuk menyebutkan busana sehari-hari wanita peranakan Tionghoa kala itu untuk menunjukkan jenis busana yang dipakai oleh “encim-encim”. “Encim” adalah kata serapan dari bahasa Hokian, yaitu “cici” untuk menyebut “kakak perempuan”.

Yang menarik dari batik encim Pekalongan ini adalah, meski namanya menunjukkan batik ini menggunakan ragam hias dari Tiongkok – seperti bunga, kupu-kupu, burung – ragam hias tersebut didesain dengan gaya Belanda. Desain utama batik encim ini adalah kumpulan bunga-bunga yang disusun dalam satu buket – yang merupakan budaya Belanda dalam menyusun bunga. Motif ini juga dinamakan motif “buketan” – asimilasi dari bahasa Belanda “bouquet”.

Desainnya sederhana, hanya beberapa buketan bunga-bunga disusun dalam 1 kain. Bunga-bunga seperti soka, mawar, anyelir, magnolia, sering digunakan. Buketan bunga diperindah dengan beberapa kupu-kupu atau burung-burung yang mengelilingi buketan bunga. Tidak ada filosofi khusus dalam batik encim ini, hanya keindahan bunga-bunga dalam kehalusan teknik yang diberikan kepada penikmatnya. Beberapa alternatif desain biasanya hanya memberi variasi pada latar belakang kain – dengan latar belakang polos (putih atau warna) atau dengan latar belakang motif kecil-kecil yang disebut dengan “tanahan”.

Source Kepulauan Batik kepulauanbatik.com/2016/02/29/batik-encim-desain-belanda-khas-pekalongan
Comments
Loading...