Batik Parang Klithik dan Kehalusan Budi Para Putri Keraton

0 9

Batik Parang Klithik dan Kehalusan Budi Para Putri Keraton

Dibandingkan perempuan zaman sekarang yang semuanya serba modern, kecantikan para putri keraton ini seperti memiliki aura tersendiri. Kecantikan mereka benar-benar sudah tertanam di dalam kehidupan keraton yang serba saling menghormati.

Memang tidak boleh kita membandingkan perempuan, karena pada dasarnya mereka semua memiliki sudut kecantikan yang berbeda-beda. Dan itu berarti lingkungan yang menentukan bagaimana inner beauty mereka berkembang.

Kehidupan keraton terutama dalam hal busana, masih dipengaruhi adat dan budaya Jawa yang masih dipertahankan sampai saat ini, kebaya dan batik. Dan dari tata busana itu, para putri keraton seperti terbiasa dengan lingkungan keraton.

Dan salah satu batik yang menjadi busana pilihan para putri keraton adalah batik motif parang klithik.

Salah satu dari sekian banyak motif parang yang sering menjadi pilihan karena motifnya yang tegas dan melambangkan kekuatan.

Tetapi, motif parang klithik melambangkan kehalusan budi dan kebijaksanaan, karena itu sering dipakai oleh para putri keraton, meskipun ada juga para adipati atau orang yang berpengaruh di lingkungan keraton yang juga memakainya.

Barang klithik memiliki motif geometris yang miring, motifnya hampir mirip dengan parang barong, tetapi cenderung lebih kecil dan lebih kompleks meskipun pada dasarnya sama. Dan biasanya, warna batiknya juga dipengaruhi oleh daerah, seperti Yogyakarta dengan dominan warna putih, dan Surakarta dengan warna sogan yang kental.

Lalu hubungan dengan kehalusan budi para putri keraton apa?

Di dalam pewayangan, banyak karakter perempuang yang diilustrasikan memakai motif parang klithik, dan bisa kita lihat, karakter lemah lembut, cenderung rendah hati, dan menggunakan suara yang lebih rendah untuk memperlihatkan bahwa mereka menghormati lawan bicaranya.

Kehalusan budi ini juga tertanam dalam kehidupan sehari-hari, dimana mereka harus selalu terlihat anggun dan tidak urakan, seperti zaman sekarang ini. Dan mungkin tidak akan kita temui putri keraton melakukan sesuatu yang menurutnya itu tidak pantas dilakukan oleh seorang perempuan.

Sehingga, sifat dan watah yang embut tersebut terus terbawa dan terus dilestarikan oleh generasi selanjutnya. Dan mungkin karena batik yang mereka pakai menjadi salah satu alasan untuk tetap memiliki kehalusan budi dan memiliki sifat bijaksana sebagai perempuan.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2018/09/07/batik-parang-klithik-dan-kehalusan-budi-para-putri-keraton/
Comments
Loading...