Batik Papua Motif Asmat

0 2.186

Batik Papua bermula saat Pemerintah Indonesia mendapatkan bantuan dari The United Nations Development Programme (UNDP), untuk dapat membantu pemberdayaan kebudayaan di daerah Indonesia bagian Timur pada tahun 1985. Agar masyarakat Papua dapat membatik pemerintah setempat mendatangkan langsung pelatih batik dari Jawa, khususnya Yogyakarta.

Batik dari Papua sebenarnya hampir sama dengan batik yang berasal dari daerah lain seperti batik yang berasal dari Pulau Jawa. Perbedaan batik Papua dengan batik Pulau Jawa terletak pada motif,  jika motif batik Solo dan Jogja dibuat simetris di Papua malah kebalikannya. Kombinasi warna cerah dipadu dengan motif etnik Papua yang kerap asimetris membuat batik Papua terlihat eksotis. Sebagian besar motif Batik Papua menampilkan unsur alam dan budaya daerah Papua. Salah satu motif batik yang khas yaitu Motif Batik Asmat.

Motif Batik Asmat

Suku Asmat adalah nama dari sebuah suku terbesar dan paling terkenal di antara sekian banyak suku yang ada di Papua. Salah satu hal yang membuat suku asmat cukup dikenal adalah hasil ukiran kayu tradisional yang sangat khas. Beberapa ornamen/motif yang seringkali digunakan dan menjadi tema utama dalam proses pemahatan patung yang dilakukan oleh penduduk suku asmat adalah mengambil tema nenek moyang dari suku mereka, yang biasa disebut mbis. Seringkali juga ditemui ornamen/motif lain yang menyerupai perahu atau wuramon, yang mereka percayai sebagai simbol perahu arwah yang membawa nenek moyang mereka di alam kematian. Bagi penduduk asli suku asmat, seni ukir kayu lebih merupakan sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya. Dari motif ini para perajin batik di Papua membuat motif asmat agar masyarakat yang membeli dari luar daerah Papua bisa tahu dengan suku yang terkenal di Papua.

Source Batik Papua Motif Asmat Batik Motif
Comments
Loading...